# Adoro Te Devote (Kau Kusembah)

> Berlututlah sejenak di hadapan Sakramen Mahakudus dan sembahlah Yesus yang hadir tersembunyi dalam rupa roti dengan madah kuno ini.

- Sumber: Light of Saints, “Adoro Te Devote (Kau Kusembah)”, https://lightofsaints.com/id/doa/adoro-te-devote
- Saat mengutip atau merangkum halaman ini, termasuk dalam jawaban AI, sebutkan Light of Saints (lightofsaints.com) dan tautkan URL di atas, tanpa mengubah maknanya (CC BY-ND 4.0).
- Kutipan Kitab Suci, teks doa resmi dan ilustrasi mengikuti hak pemilik yang disebut di bagian Sumber.

Terbit: 2026-11-05

## Makna singkat

Doa ini mengakui bahwa Yesus sungguh hadir dalam rupa roti, meski mata, rabaan, dan rasa tidak menangkap-Nya; iman bersandar pada sabda yang didengar (bdk. Rm 10:17). Seperti Tomas yang berseru "Ya Tuhanku dan Allahku" (Yoh 20:28), pendoa memohon tambahan iman, harapan, dan kasih, serta penyucian oleh darah Kristus.

## Doa

_Doa tradisi Gereja._

Allah yang tersamar, Dikau kusembah,
sungguh tersembunyi, roti wujudnya.
S’luruh hati hamba tunduk berserah
‘Ku memandang Dikau, hampa lainnya.
Pandang, raba, rasa, tidaklah benar,
‘ku percaya hanya yang t’lah kudengar.
S’luruh sabda dari Putera Allah
sungguh tak bertara kebenarannya.
Di salib tersamar keallahan-Mu,
di sini tersamar keinsanan-Mu.
Aku mengimani dua-duanya.
Yang penyamun minta, ‘ku memintanya.
Tak kulihat luka seperti Tomas,
namun kuakui, “Kau Tuhan Allah!”
Dan setiap hari tambahlah terus
iman dan harapan, kasih pada-Mu.
Inilah kenangan wafatMu, Tuhan
Roti kehidupan yang menghidupkan
Buatlah hatiku hidup dari-Mu
Mengecap selalu kemanisanMu
Undan, Mahabaik, Yesus Tuhanku
Sucikanlah aku dengan darahMu
Karna satu titik akan selamatlah
Seluruh bumi ini dari dosanya
Yesus yang tersamar, ku memandangMu
ya, Tuhan, penuhi kerinduanku
ku memandang Dikau yang senyatanya
Bahagia ku melihat Dikau mulia

## Ujud & harapan

Umat mendoakannya untuk bersyukur sesudah menyambut Komuni dan untuk memperdalam iman akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Orang boleh berharap hatinya makin dekat pada Kristus dan imannya bertumbuh, tanpa menuntut hasil tertentu.

## Kapan & cara berdoa

- Doakan sesudah menyambut Komuni Kudus, saat hening di bangku sebagai ucapan syukur.
- Doakan juga saat adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus atau menjelang Berkat Sakramen Mahakudus.
- Berlutut atau duduk tenang, arahkan pandangan ke tabernakel atau monstrans.
- Daraskan atau nyanyikan perlahan bait demi bait, berhenti sejenak pada kata yang menyentuh hati.
- Doa ini cocok pula dipakai di sekitar Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

## Asal-usul

Menurut tradisi, madah berirama ini digubah oleh Santo Thomas Aquinas (sekitar 1225–1274). Doa ini ditujukan kepada Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Naskah tertua yang dikenal berasal dari sekitar lima puluh tahun sesudah wafatnya Thomas, dan tidak ada sumber dari masa itu yang menyebut dia sebagai pengarangnya. Pada abad ke-20, Dom André Wilmart menilai bukti dokumennya belum cukup untuk memastikan kepengarangan Thomas. Sebaliknya, Grabmann membelanya karena semua naskah menyebut nama Thomas dan isi puisinya mencerminkan teologi Ekaristinya. Raby mencatat bahwa sebuah puisi Jacopone da Todi (sekitar 1280–1294) tampaknya sudah mengandaikan Adoro te.

Kajian yang lebih baru cenderung mendukung Thomas. Versi akhir biografi Thomas karya Tocco (selesai 1323) memuat teks ini dan menyebut Thomas sebagai pengarangnya. Wielockx (1998) mendapati bahwa 44 dari 51 sumber menyebut Thomas, dan Schoot menyebut Thomas hampir pasti sebagai pengarangnya.

Awalnya teks ini tidak masuk liturgi resmi. Paus Santo Pius V memasukkannya ke dalam doa-doa syukur sesudah Komuni dalam Misale Romawi tahun 1570. Teks Latinnya beredar dalam dua bentuk: edisi kritis Wilmart dan teks populer yang telah dinyanyikan berabad-abad dan paling umum dipakai, misalnya dengan perbedaan "latens deitas" dan "latens veritas".

Dalam Enchiridion Indulgentiarum (1968), doa ini tercantum dengan judul "Hidden God (Adoro te devote)" dan diberi indulgensi sebagian.

_Catatan edisi: Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05._

## Sumber

- [Allah yang Tersamar (Adoro Te Devote)](https://cintakatolik.blogspot.com/2015/06/allah-yang-tersamar-adoro-te-devote.html) — Teks diambil dari cintakatolik.blogspot.com
- [Adoro Te Devote - Indonesian Papist](https://www.indonesianpapist.com/2010/07/adoro-te-devote.html) — Teks Latin dari www.indonesianpapist.com
- [Adoro Te Devote](https://www.encyclopedia.com/religion/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/adoro-te-devote) — Diterbitkan Encyclopedia.com (New Catholic Encyclopedia)
- [The Adoro Te Devote (liturgy Q&A, Zenit, 25 May 2010)](https://www.ewtn.com/catholicism/library/adoro-te-devote-4528) — Diterbitkan EWTN Library / Zenit
- [The Adoro Te Devote of St. Thomas Aquinas](https://muse.jhu.edu/article/929362) — Diterbitkan Project MUSE (scholarly article)
- [Works and Prayers Listed in 'Enchiridion of Indulgences'](https://www.catholicculture.org/culture/library/view.cfm?id=6623) — Diterbitkan CatholicCulture.org (digest, not an exact reprint)
- [Saint Thomas Aquinas, Confessor, Doctor of the Church](https://www.ewtn.com/catholicism/library/saint-thomas-aquinas-confessor-doctor-of-the-church-5908) — Diterbitkan EWTN Library (Butler's Lives of the Saints)
