Koronka Kerahiman Ilahi

Doa tradisi Gereja. · Pemilik teks seperti tertera pada sumber

Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan

Tanda Salib

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.

Doa Pembuka (= Doa Jam Kerahiman)

(3x)

Ya Yesus, Engkau sudah wafat, tetapi mata air kehidupan mamancar bagi jiwa-jiwa, dan lautan kerahiman terbuka untuk seluruh dunia.

O Mata Air Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-Mu untuk kami.

Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau!

3×

Pembukaan

Koronka dibuka dengan :

Doakan satu Bapa Kami, satu Salam Maria, satu Aku Percaya.

Bapa yang kekal

Pada manik “Bapa Kami” rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:

Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia

Demi sengsara

Pada manik “Salam Maria” rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:

Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia

10×

Penutup

Doa Koronka ditutup dengan doa :

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia

3×

Doa Penutup

Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis, pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri.

Teks Latin

Pater noster

Pater noster, qui es in cælis, sanctificétur nomen tuum.

Advéniat Regnum tuum.

Fiat volúntas tua, sicut in cælo et in terra.

Panem nostrum quotidiánum da nobis hódie.

Et dimítte nobis débita nostra, sicut et nos dimíttimus debitóribus nostris.

Et ne nos indúcas in tentatiónem, sed líbera nos a malo.

Amen.

Ave Maria

Ave María, grátia plena, Dóminus tecum; benedicta tu in muliéribus, et benedictus fructus ventris tui, Jesus.

Sancta María, Mater Dei, ora pro nobis peccatóribus, nunc, et in hora mortis nostræ.

Amen.

Credo

Credo in Deum, Patrem omnipoténtem, Creatórem cæli et terræ.

Et in Jesum Christum, Filium eius únicum, Dóminum nostrum, qui concéptus est de Spíritu Sancto, natus ex María Vírgine, passus sub Póntio Piláto, crucifíxus, mórtuus, et sepúltus: descéndit ad ínferos, tértia die resurréxit a mórtuis, ascéndit ad cælos, sedet ad déxteram Dei Patris omnipoténtis, inde ventúrus est iudicáre vivos et mórtuos.

Credo in Spíritum Sanctum, sanctam Ecclésiam cathólicam, Sanctórum communiónem, remissiónem peccatórum, carnis resurrectiónem , vitam ætérnam.

Amen.

Pada manik Bapa Kami

Ad singula grana in quibus PATER NOSTER dicitur:

Pater æterne, offero tibi Corpus et Sanguinem, Animam et Divinitatem dilectissimi Filii tui, Dómini nostri, Iesu Christi, in propitiatione pro peccatis nostris et totius mundi.

Pada manik Salam Maria

Ad singula grana in quibus AVE MARIA dicitur:

Pro dolorosa Jesu Passione, miserere nobis et totius mundi.

10×

Penutup: Sanctus Deus

In conclusione:

Sanctus Deus, Sanctus Fortis, Sanctus Immortalis, miserere nobis et totius mundi.

3×

Penutup: Jesu, in te confide

Jesu, in te confide.

3×

Makna singkat

Dalam koronka ini kita mempersembahkan kepada Bapa Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Yesus Kristus sebagai pendamaian untuk dosa kita dan dosa seluruh dunia (bdk. 1Yoh 2:2). Demi sengsara-Nya yang pedih kita memohon agar Allah menunjukkan belas kasih-Nya kepada kita dan kepada semua orang.

Ujud & harapan

Umat mendoakan koronka ini untuk memohon belas kasih Allah bagi diri sendiri, bagi orang berdosa, dan terutama bagi orang yang sedang menghadapi ajal. Yang boleh diharapkan adalah hati yang makin percaya dan berserah kepada kehendak Allah, apa pun jawaban-Nya.

Kapan & cara berdoa

  1. Koronka dapat didoakan kapan saja, dengan butir rosario biasa atau dengan menghitung pada jari.
  2. Awali dengan Tanda Salib, doa pembuka bila ingin, lalu satu Bapa Kami, satu Salam Maria, dan satu Aku Percaya.
  3. Pada setiap butir besar, doakan "Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu…"; pada sepuluh butir kecil berikutnya, doakan "Demi sengsara Yesus yang pedih…". Ulangi untuk kelima peluluk.
  4. Tutup dengan doa "Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa…" (biasanya tiga kali) dan doa penutup.
  5. Koronka juga didoakan bagi orang yang sakit berat atau menjelang ajal.
  6. Koronka didoakan secara khusus sebagai novena menjelang Minggu Kerahiman Ilahi (Minggu Paskah II).

Asal-usul

Sejarah

Tradisi · Menurut Buku Harian Santa Faustina Kowalska, koronka ini diberikan kepadanya pada 13–14 September 1935 di Vilnius, sesudah ia mendapat penglihatan tentang seorang malaikat. Kisah asal-usul ini bersandar pada wahyu pribadi yang ia terima dan tidak memiliki dokumentasi lain di luar tulisannya. [3][6]

Pada tahun 1958 Kongregasi Suci Officium mengeluarkan Notifikasi yang melarang penyebaran devosi ini dalam bentuk-bentuk yang diusulkan Faustina. Larangan itu ditegaskan kembali pada 6 Maret 1959 dan menyangkut gambar serta tulisan yang menyajikan devosi dalam bentuk tersebut. [6][4]

Pada 15 April 1978 Kongregasi Ajaran Iman menyatakan bahwa larangan tahun 1959 tidak lagi mengikat. Saat itu Kongregasi telah memeriksa banyak dokumen asli yang belum diketahui pada tahun 1959. Pada tahun 1979 Kongregasi menegaskan bahwa tidak ada halangan untuk menyebarkan devosi ini dalam bentuk otentik yang diusulkan Faustina. [4]

Pada tahun 2002 Penitensiaria Apostolik mengeluarkan dekret, yang disetujui Paus Yohanes Paulus II, tentang indulgensi penuh dan indulgensi sebagian yang terkait dengan Minggu Kerahiman Ilahi. Indulgensi penuh diberikan bagi yang ikut serta dalam doa dan devosi untuk menghormati Kerahiman Ilahi, dengan syarat-syarat yang biasa. Dekret itu menyebut devosi-devosi tersebut secara umum. [5]

Sumber & versi

Teks: Pemilik teks seperti tertera pada sumber. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05.

  1. Doa Koronka Kerahiman Ilahi, Menggunakan Rosario Biasa

    Teks diambil dari parokijetis.com

    Teks doa © Pemilik teks seperti tertera pada sumber; dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).

  2. Corona Divinae Misericordiae

    Teks Latin dari christusregnat.com

    Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.

  3. The Chaplet of Divine Mercy

    Diterbitkan Divine Mercy Sanctuary, Vilnius

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  4. History of the Message and Devotion to Divine Mercy - Marian Connection

    Diterbitkan Marian Fathers (thedivinemercy.org)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  5. Indulgences Attached To Divine Mercy Devotions (Decree text)

    Diterbitkan Apostolic Penitentiary, via CatholicCulture.org

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  6. Chaplet of the Divine Mercy

    Diterbitkan Wikipedia

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin