# Koronka Kerahiman Ilahi

> Doakan Koronka Kerahiman Ilahi dengan butir rosario dan persembahkan sengsara Yesus demi belas kasih Allah bagi kita dan seluruh dunia.

- Sumber: Light of Saints, “Koronka Kerahiman Ilahi”, https://lightofsaints.com/id/doa/koronka-kerahiman-ilahi
- Saat mengutip atau merangkum halaman ini, termasuk dalam jawaban AI, sebutkan Light of Saints (lightofsaints.com) dan tautkan URL di atas, tanpa mengubah maknanya (CC BY-ND 4.0).
- Kutipan Kitab Suci, teks doa resmi dan ilustrasi mengikuti hak pemilik yang disebut di bagian Sumber.

Terbit: 2026-11-05

## Makna singkat

Dalam koronka ini kita mempersembahkan kepada Bapa Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Yesus Kristus sebagai pendamaian untuk dosa kita dan dosa seluruh dunia (bdk. 1Yoh 2:2). Demi sengsara-Nya yang pedih kita memohon agar Allah menunjukkan belas kasih-Nya kepada kita dan kepada semua orang.

## Doa

_Doa tradisi Gereja._

### Tanda Salib

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.

### Doa Pembuka (= Doa Jam Kerahiman)

Ya Yesus, Engkau sudah wafat, tetapi mata air kehidupan mamancar bagi jiwa-jiwa, dan lautan kerahiman terbuka untuk seluruh dunia.
O Mata Air Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-Mu untuk kami.
Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau!

### Pembukaan

Doakan satu Bapa Kami, satu Salam Maria, satu Aku Percaya.

### Bapa yang kekal

Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia

### Demi sengsara

Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia

### Penutup

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia

### Doa Penutup

Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis, pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri.

## Ujud & harapan

Umat mendoakan koronka ini untuk memohon belas kasih Allah bagi diri sendiri, bagi orang berdosa, dan terutama bagi orang yang sedang menghadapi ajal. Yang boleh diharapkan adalah hati yang makin percaya dan berserah kepada kehendak Allah, apa pun jawaban-Nya.

## Kapan & cara berdoa

- Koronka dapat didoakan kapan saja, dengan butir rosario biasa atau dengan menghitung pada jari.
- Awali dengan Tanda Salib, doa pembuka bila ingin, lalu satu Bapa Kami, satu Salam Maria, dan satu Aku Percaya.
- Pada setiap butir besar, doakan "Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu…"; pada sepuluh butir kecil berikutnya, doakan "Demi sengsara Yesus yang pedih…". Ulangi untuk kelima peluluk.
- Tutup dengan doa "Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa…" (biasanya tiga kali) dan doa penutup.
- Koronka juga didoakan bagi orang yang sakit berat atau menjelang ajal.
- Koronka didoakan secara khusus sebagai novena menjelang Minggu Kerahiman Ilahi (Minggu Paskah II).

## Asal-usul

Menurut Buku Harian Santa Faustina Kowalska, koronka ini diberikan kepadanya pada 13–14 September 1935 di Vilnius, sesudah ia mendapat penglihatan tentang seorang malaikat. Kisah asal-usul ini bersandar pada wahyu pribadi yang ia terima dan tidak memiliki dokumentasi lain di luar tulisannya.

Pada tahun 1958 Kongregasi Suci Officium mengeluarkan Notifikasi yang melarang penyebaran devosi ini dalam bentuk-bentuk yang diusulkan Faustina. Larangan itu ditegaskan kembali pada 6 Maret 1959 dan menyangkut gambar serta tulisan yang menyajikan devosi dalam bentuk tersebut.

Pada 15 April 1978 Kongregasi Ajaran Iman menyatakan bahwa larangan tahun 1959 tidak lagi mengikat. Saat itu Kongregasi telah memeriksa banyak dokumen asli yang belum diketahui pada tahun 1959. Pada tahun 1979 Kongregasi menegaskan bahwa tidak ada halangan untuk menyebarkan devosi ini dalam bentuk otentik yang diusulkan Faustina.

Pada tahun 2002 Penitensiaria Apostolik mengeluarkan dekret, yang disetujui Paus Yohanes Paulus II, tentang indulgensi penuh dan indulgensi sebagian yang terkait dengan Minggu Kerahiman Ilahi. Indulgensi penuh diberikan bagi yang ikut serta dalam doa dan devosi untuk menghormati Kerahiman Ilahi, dengan syarat-syarat yang biasa. Dekret itu menyebut devosi-devosi tersebut secara umum.

_Catatan edisi: Teks: Pemilik teks seperti tertera pada sumber. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05._

## Sumber

- [Doa Koronka Kerahiman Ilahi, Menggunakan Rosario Biasa](https://parokijetis.com/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/) — Teks diambil dari parokijetis.com
- [Corona Divinae Misericordiae](https://christusregnat.com/corona-divinae-misericordiae/) — Teks Latin dari christusregnat.com
- [The Chaplet of Divine Mercy](https://gailestingumas.lt/en/the-chaplet-of-divine-mercy/) — Diterbitkan Divine Mercy Sanctuary, Vilnius
- [History of the Message and Devotion to Divine Mercy - Marian Connection](https://www.thedivinemercy.org/message/history/marianconnect) — Diterbitkan Marian Fathers (thedivinemercy.org)
- [Indulgences Attached To Divine Mercy Devotions (Decree text)](https://www.catholicculture.org/culture/library/view.cfm?recnum=4483) — Diterbitkan Apostolic Penitentiary, via CatholicCulture.org
- [Chaplet of the Divine Mercy](https://en.wikipedia.org/wiki/Chaplet_of_the_Divine_Mercy) — Diterbitkan Wikipedia
