Tanda salib
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Amin.
Teks Latin
Signum Crucis
In nomine Patris, et Filii,
et Spiritus Sancti.
Amen.
Makna singkat
Tanda Salib mengakui iman akan Allah Tritunggal sambil menandai diri dengan salib Kristus. Kata-katanya menggemakan perintah Yesus untuk membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Mat 28:19), sehingga mengingatkan kita akan Pembaptisan.
Ujud & harapan
Umat membuat Tanda Salib untuk menyerahkan diri, doa, dan kegiatan kepada Allah, serta untuk memohon kekuatan saat menghadapi godaan dan kesulitan. Yang boleh diharapkan adalah kedekatan dengan Allah dan kesiapan hati untuk menerima rahmat-Nya.
Kapan & cara berdoa
- Gunakan tangan kanan, boleh dengan tiga jari dirapatkan atau telapak tangan terbuka.
- Sentuh dahi sambil mengucapkan "Dalam nama Bapa".
- Sentuh dada sambil mengucapkan "dan Putra".
- Sentuh bahu kiri lalu bahu kanan sambil mengucapkan "dan Roh Kudus", lalu tutup dengan "Amin".
- Buatlah di awal dan akhir doa, saat Misa dimulai dan saat berkat penutup, ketika masuk gereja (sering dengan air suci), sebelum dan sesudah makan, saat bangun dan sebelum tidur.
- Buatlah juga ketika menerima berkat imam atau saat sedang cemas dan tergoda.
Asal-usul
Sejarah
Bentuk Tanda Salib yang paling awal adalah salib kecil yang digoreskan di dahi dengan ibu jari atau satu jari. Kemudian gerakan ini diperluas sehingga mencakup seluruh tubuh bagian atas. [5]
Gerakan yang lebih besar, dari dahi ke dada lalu dari bahu ke bahu, diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-5. Gerakan ini dikaitkan dengan perdebatan tentang dua kodrat Kristus dan tentang Tritunggal. Hingga kini cara itu tetap dipraktikkan Gereja-Gereja Katolik Timur dan Ortodoks. [3]
Paus Inosensius III (1198–1216) menggambarkan Tanda Salib yang dibuat dengan tiga jari, selaras dengan seruan kepada Tritunggal. Uraiannya mencerminkan pergeseran di Gereja Latin ke kebiasaan Barat, yaitu menyentuh bahu kiri lebih dahulu, lalu bahu kanan. [3]
Katekismus Gereja Katolik (no. 2157) mengajarkan bahwa orang Kristen memulai hari, doa, dan kegiatannya dengan Tanda Salib. Katekismus juga menyatakan bahwa tanda ini menguatkan kita dalam godaan dan kesulitan. [4]
Tradisi · Gereja menggolongkan Tanda Salib sebagai sakramentali, yaitu tanda suci yang menyiapkan seseorang untuk menerima rahmat dan menguduskan suatu saat atau keadaan. [3]
Sumber & versi
Teks: Pemilik teks seperti tertera pada sumber. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-10-30.
- DOA-DOA DASAR
Teks diambil dari www.majalahhidup.com
Teks doa © Pemilik teks seperti tertera pada sumber; dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).
- Traditional Catholic Prayers in Latin
Teks Latin dari www.loyolapress.com
Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.
- What is the origin of the sign of the cross?
Diterbitkan Catholic Straight Answers
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Catechism of the Catholic Church, paragraph 2157
Diterbitkan St. Charles Borromeo (CCC text)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- The Sign of the Cross: Its History, Meaning and Biblical Basis
Diterbitkan CatholicConvert.com
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin