# Tuhan, Aku Tidak Pantas

> Doa singkat sebelum komuni ini meminjam kata-kata seorang perwira yang rendah hati dan percaya penuh pada sabda Yesus.

- Sumber: Light of Saints, “Tuhan, Aku Tidak Pantas”, https://lightofsaints.com/id/doa/tuhan-aku-tidak-pantas
- Saat mengutip atau merangkum halaman ini, termasuk dalam jawaban AI, sebutkan Light of Saints (lightofsaints.com) dan tautkan URL di atas, tanpa mengubah maknanya (CC BY-ND 4.0).
- Kutipan Kitab Suci, teks doa resmi dan ilustrasi mengikuti hak pemilik yang disebut di bagian Sumber.

Terbit: 2026-11-05

## Makna singkat

Dengan kata-kata perwira di Kapernaum (Mat 8:8), kita mengakui bahwa kita tidak layak menyambut Tuhan, tetapi percaya bahwa satu sabda-Nya cukup untuk menyembuhkan. Doa ini memadukan kerendahan hati dengan kepercayaan pada belas kasih Yesus.

## Doa

_Doa tradisi Gereja._

Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

## Ujud & harapan

Umat mendoakannya untuk menyiapkan hati sebelum komuni, saat merasa tidak layak, atau ketika menyambut komuni batin. Kita boleh berharap Tuhan menyembuhkan dan menguatkan jiwa menurut kehendak-Nya, seperti Ia menanggapi iman sang perwira.

## Kapan & cara berdoa

- Dalam Misa, ucapkan bersama umat setelah imam menunjukkan Hosti dan berkata, "Inilah Anak Domba Allah…".
- Ucapkan dengan tenang sambil memandang Hosti, lalu maju menyambut komuni dengan hormat.
- Dalam bentuk Misa yang lebih lama, imam mengucapkannya tiga kali sambil menebah dada setiap kali.
- Di luar Misa, doakan dalam hati sebagai doa pendek penuh percaya, misalnya saat melakukan komuni batin atau ketika merasa tidak layak.

## Asal-usul

Kata-kata doa ini berasal dari kisah Injil tentang perwira di Kapernaum yang memohon Yesus menyembuhkan hambanya (Mat 8:8; Luk 7:6-7). Perwira itu, seorang bukan Yahudi, berkata bahwa ia tidak layak menerima Yesus di bawah atapnya dan memohon agar Yesus cukup bersabda saja. Yesus memuji imannya.

Ensiklopedia Katolik (Catholic Encyclopedia) mencatat bahwa sebelum memberikan komuni, baik dalam Misa maupun di luar Misa, imam menunjukkan partikel Hosti dengan kata-kata "Ecce Agnus Dei…" lalu mengucapkan "Domine, non sum dignus". Dengan demikian doa ini terkait erat dengan ajakan untuk menyambut komuni.

Doa ini tidak dipakai di mana-mana dengan cara yang sama. Ritus Sarum di Inggris pada Abad Pertengahan tidak memakai "Domine, non sum dignus" saat komuni, melainkan rumusan kata-katanya sendiri.

Sebelum pembaruan sesudah Konsili Vatikan II, doa ini diucapkan tiga kali dalam bahasa Latin dan merupakan doa imam saja. Dalam Misale Paulus VI, umat mengucapkannya bersama-sama dengan suara lantang.

_Catatan edisi: Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05._

## Sumber

- [Tata Perayaan Ekaristi Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-53 - Keuskupan Agung Semarang](https://kas.or.id/tata-perayaan-ekaristi-hari-komunikasi-sosial-sedunia-ke-53/) — Teks diambil dari kas.or.id
- [VI. The Paschal Banquet - Catechism](https://www.vatican.va/content/catechism/en/part_two/section_two/chapter_one/article_3/vi_the_paschal_banquet.html) — Teks Latin dari www.vatican.va
- [Prayer of Humble Access](https://en.wikipedia.org/wiki/Prayer_of_Humble_Access) — Diterbitkan Wikipedia
- ['Domine, non sum dignus'](https://www.thinkingfaith.org/articles/20111007_1.htm) — Diterbitkan Thinking Faith (Jesuits in Britain)
- [Agnus Dei (in Liturgy)](https://www.catholic.com/encyclopedia/agnus-dei-in-liturgy) — Diterbitkan Catholic Encyclopedia, hosted by Catholic Answers
- [Matthew 8:5-17 NRSVue](https://sacredspace.com/scripture/matthew-85-17/) — Diterbitkan Sacred Space (Irish Jesuits)
