# Santo Tomas Rasul: Dari Ragu Menjadi Pengakuan Iman

> Kisah Santo Tomas Rasul, murid yang keraguannya tentang kebangkitan Yesus berubah menjadi pengakuan iman saat ia berjumpa dengan Yesus yang bangkit.

- Sumber: Light of Saints, “Santo Tomas Rasul: Dari Ragu Menjadi Pengakuan Iman”, https://lightofsaints.com/id/santo-santa/santo-tomas-rasul
- Saat mengutip atau merangkum halaman ini, termasuk dalam jawaban AI, sebutkan Light of Saints (lightofsaints.com) dan tautkan URL di atas, tanpa mengubah maknanya (CC BY-ND 4.0).
- Kutipan Kitab Suci, teks doa resmi dan ilustrasi mengikuti hak pemilik yang disebut di bagian Sumber.

Terbit: 2026-11-04 · Diperingati: 3 Juli · Santo / Santa · † 72

Injil Yohanes mencatat saat genting ketika Yesus memutuskan pergi ke Betania untuk membangkitkan Lazarus. Tomas, salah satu dari Dua Belas Rasul yang dipilih langsung oleh Yesus, mengajak murid-murid lain ikut supaya mati bersama-Nya. Rasul yang dijuluki Didimus ini dikenang karena keraguannya tentang kebangkitan Yesus berubah menjadi pengakuan iman saat ia berjumpa dengan Yesus yang bangkit.

## Pertanyaan di Perjamuan Terakhir

Kesediaan Tomas mengikuti Yesus tidak membuatnya pura-pura memahami segalanya. Pada Perjamuan Terakhir, ia terus terang mengaku tidak tahu ke mana Yesus akan pergi dan bagaimana para murid dapat mengetahui jalannya. Pertanyaan itu justru menjadi kesempatan bagi Yesus untuk menyatakan diri-Nya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup. Paus Benediktus XVI, dalam sebuah audiensi umum tentang rasul ini, melihat keterusterangan semacam itu sebagai cara sejati berdoa dan berbicara kepada Yesus.

## Dari ragu menjadi percaya

Keterusterangan yang sama terlihat sesudah kebangkitan. Menurut Injil Yohanes, Tomas tidak sedang bersama para murid ketika Yesus yang bangkit datang. Saat mereka berkata telah melihat Tuhan, Tomas menolak percaya. Ia baru mau percaya jika dapat melihat dan menyentuh bekas paku di tangan Yesus serta lambung-Nya. Benediktus XVI mencatat bahwa Tomas tidak keliru mencari tanda pada luka-luka itu, sebab di sanalah tampak betapa besar kasih Yesus.

Delapan hari kemudian, para murid kembali berkumpul, dan kali ini Tomas ada bersama mereka. Yesus datang dan mengundang Tomas melihat tangan-Nya serta menyentuh lambung-Nya. Ia meminta Tomas berhenti bersikap tidak percaya, tetapi percaya. Tomas menjawab dengan mengakui Yesus sebagai Tuhannya dan Allahnya. Sesudah itu, Yesus berkata bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Benediktus XVI menyebut jawaban Tomas sebagai pengakuan iman paling indah dalam seluruh Perjanjian Baru. Ia mengutip Santo Agustinus, yang menjelaskan bahwa Tomas melihat dan menyentuh manusia Yesus, tetapi mengakui Allah yang tidak ia lihat dan sentuh. Melalui apa yang disentuhnya, Tomas menyingkirkan keraguannya. Bagi Benediktus, sabda Yesus tentang percaya tanpa melihat menjadi prinsip dasar bagi semua orang Kristen sesudah Tomas. Kisah ini menghibur orang yang merasa tidak pasti, sebab keraguan dapat menuntun pada hasil yang lebih terang daripada ketidakpastian.

## Tradisi pewartaan di Asia

Kisah selanjutnya tidak lagi berasal dari Injil, melainkan dari tradisi. Benediktus XVI menyebut tradisi kuno bahwa Tomas mula-mula mewartakan Injil di Suriah dan Persia, kemudian di India Barat, hingga akhirnya India Selatan. Sebagian tradisi itu bersandar pada Kisah Tomas, karya apokrif, yaitu tulisan di luar Kitab Suci, yang ditulis atas namanya. Umat Kristen di Kerala meneruskan dari generasi ke generasi keyakinan bahwa leluhur mereka menjadi Kristen berkat pewartaan rasul ini.

## Makam di Mylapore

Perjalanan itu, menurut tradisi yang dipegang tempat ziarah Santhome di Chennai, berakhir di dekat Mylapore, tempat Tomas dibunuh dan dimakamkan. Basilika Katedral Santhome dikenal luas sebagai gereja yang berdiri di atas makamnya. Sumber Takhta Suci yang dipakai di sini tidak menyebut kemartiran atau makam itu, sehingga rincian ini tetap dibaca sebagai tradisi setempat.

## Sekilas

- **Diperingati:** 3 Juli
- **Status Gereja:** Santo. Pesta Santo Tomas, Rasul, tercantum dalam kalender liturgi Vatikan yang dimuat Vatican News (3 Juli 2026). Para Rasul dihormati sejak Gereja perdana, sebelum ada proses kanonisasi formal. ([Vatican News (Dikasteri Komunikasi): Gospel and Word of the Day - 3 July 2026 - Vatican News](https://www.vaticannews.va/en/word-of-the-day/2026/07/03.html))
- **Peran:** Salah satu dari Dua Belas Rasul yang dipilih langsung oleh Yesus; namanya muncul dalam keempat daftar para rasul di Perjanjian Baru. ([Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 27 September 2006: Thomas, "the twin"](https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2006/documents/hf_ben-xvi_aud_20060927.html))
- **Arti nama:** Menurut Benediktus XVI, nama Tomas berasal dari akar kata Ibrani yang berarti berpasangan atau kembar. Injil Yohanes beberapa kali menyebutnya Didimus, julukan Yunani yang juga berarti kembar. Alasan julukan itu tidak jelas. ([Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 27 September 2006: Thomas, "the twin"](https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2006/documents/hf_ben-xvi_aud_20060927.html))
- **Pengakuan iman:** Dalam Injil Yohanes 20:28, Tomas mengakui Yesus yang bangkit sebagai Tuhannya dan Allahnya. ([Vatican News (Dikasteri Komunikasi): Gospel and Word of the Day - 3 July 2026 - Vatican News](https://www.vaticannews.va/en/word-of-the-day/2026/07/03.html))
- **Tradisi pewartaan:** Tradisi kuno yang disebut Benediktus XVI mengaitkan Tomas dengan pewartaan di Suriah, Persia, India Barat dan India Selatan; sebagian bersandar pada karya apokrif Kisah Tomas. ([Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 27 September 2006: Thomas, "the twin"](https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2006/documents/hf_ben-xvi_aud_20060927.html))
- **Tempat ziarah:** Basilika Katedral Santhome di Chennai, India, menurut tradisi setempat berdiri di atas makam Santo Tomas. ([National Shrine of St Thomas Cathedral Basilica (Archdiocese of Madras-Mylapore): Santhome Church - Our-History](https://www.santhomechurch.org/our-history.html))

## Refleksi

Tomas tidak menyembunyikan pertanyaan dan keraguannya, tetapi mengungkapkannya dengan jujur dan tetap berkumpul bersama para murid. Saat iman terasa goyah, kita pun boleh berdoa apa adanya, menyebut apa yang belum kita pahami, sambil tetap tinggal dalam persekutuan Gereja dan menantikan perjumpaan dengan Tuhan.

## Sumber

- [Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 27 September 2006: Thomas, "the twin"](https://www.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2006/documents/hf_ben-xvi_aud_20060927.html) — Audiensi Umum Benediktus XVI, 27 September 2006, paragraf 1; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf 1; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf 2; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf 3; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf 4; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf 5; Audiensi Umum 27 September 2006, paragraf penutup katekese
- [Vatican News (Dikasteri Komunikasi): Gospel and Word of the Day - 3 July 2026 - Vatican News](https://www.vaticannews.va/en/word-of-the-day/2026/07/03.html) — Word of the day, 03/07/2026, judul hari; Word of the day, keterangan program; Gospel of the day, Yoh 20:24; Gospel of the day, Yoh 20:24-25; Gospel of the day, Yoh 20:26-27; Gospel of the day, Yoh 20:28
- [National Shrine of St Thomas Cathedral Basilica (Archdiocese of Madras-Mylapore): Santhome Church - Our-Archdiocese](https://www.santhomechurch.org/our-archdiocese.html) — Our Archdiocese, paragraf 2
- [National Shrine of St Thomas Cathedral Basilica (Archdiocese of Madras-Mylapore): Santhome Church - Our-History](https://www.santhomechurch.org/our-history.html) — Our History, bagian Saint Thomas
