Keluar

Adoro Te Devote (Kau Kusembah)

Allah yang tersamar, Dikau kusembah,

sungguh tersembunyi, roti wujudnya.

S’luruh hati hamba tunduk berserah

‘Ku memandang Dikau, hampa lainnya.

Pandang, raba, rasa, tidaklah benar,

‘ku percaya hanya yang t’lah kudengar.

S’luruh sabda dari Putera Allah

sungguh tak bertara kebenarannya.

Di salib tersamar keallahan-Mu,

di sini tersamar keinsanan-Mu.

Aku mengimani dua-duanya.

Yang penyamun minta, ‘ku memintanya.

Tak kulihat luka seperti Tomas,

namun kuakui, “Kau Tuhan Allah!”

Dan setiap hari tambahlah terus

iman dan harapan, kasih pada-Mu.

Inilah kenangan wafatMu, Tuhan

Roti kehidupan yang menghidupkan

Buatlah hatiku hidup dari-Mu

Mengecap selalu kemanisanMu

Undan, Mahabaik, Yesus Tuhanku

Sucikanlah aku dengan darahMu

Karna satu titik akan selamatlah

Seluruh bumi ini dari dosanya

Yesus yang tersamar, ku memandangMu

ya, Tuhan, penuhi kerinduanku

ku memandang Dikau yang senyatanya

Bahagia ku melihat Dikau mulia

Tanpa timer, tanpa hitungan.