Adoro Te Devote (Kau Kusembah)

Doa tradisi Gereja. · Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan

Allah yang tersamar, Dikau kusembah,

sungguh tersembunyi, roti wujudnya.

S’luruh hati hamba tunduk berserah

‘Ku memandang Dikau, hampa lainnya.

Pandang, raba, rasa, tidaklah benar,

‘ku percaya hanya yang t’lah kudengar.

S’luruh sabda dari Putera Allah

sungguh tak bertara kebenarannya.

Di salib tersamar keallahan-Mu,

di sini tersamar keinsanan-Mu.

Aku mengimani dua-duanya.

Yang penyamun minta, ‘ku memintanya.

Tak kulihat luka seperti Tomas,

namun kuakui, “Kau Tuhan Allah!”

Dan setiap hari tambahlah terus

iman dan harapan, kasih pada-Mu.

Inilah kenangan wafatMu, Tuhan

Roti kehidupan yang menghidupkan

Buatlah hatiku hidup dari-Mu

Mengecap selalu kemanisanMu

Undan, Mahabaik, Yesus Tuhanku

Sucikanlah aku dengan darahMu

Karna satu titik akan selamatlah

Seluruh bumi ini dari dosanya

Yesus yang tersamar, ku memandangMu

ya, Tuhan, penuhi kerinduanku

ku memandang Dikau yang senyatanya

Bahagia ku melihat Dikau mulia

Teks Latin

Adoro te devote

Adoro te devote, latens Deitas,

Quae sub his figuris vere latitas:

Tibi se cor meum totum subjicit,

Quia te contemplans totum deficit.

Visus, tactus, gustus in te fallitur,

Sed auditu solo tuto creditur;

Credo quidquid dixit Dei Filius:

Nil hoc verbo Veritatis verius.

In cruce latebat sola Deitas,

At hic latet simul et humanitas;

Ambo tamen credens atque confitens,

Peto quod petivit latro poenitens.

Plagas, sicut Thomas, non intueor;

Deum tamen meum te confiteor;

Fac me tibi semper magis credere,

In te spem habere, te diligere.

O memoriale mortis Domini!

Panis vivus, vitam praestans homini!

Praesta meae menti de te vivere

Et te illi semper dulce sapere.

Pie pellicane, Jesu Domine,

Me immundum munda tuo sanguine;

Cujus una stilla salvum facere

Totum mundum quit ab omni scelere.

Jesu, quem velatum nunc aspicio,

Oro fiat illud quod tam sitio;

Ut te revelata cernens facie,

Visu sim beatus tuae gloriae. Amen

Makna singkat

Doa ini mengakui bahwa Yesus sungguh hadir dalam rupa roti, meski mata, rabaan, dan rasa tidak menangkap-Nya; iman bersandar pada sabda yang didengar (bdk. Rm 10:17). Seperti Tomas yang berseru "Ya Tuhanku dan Allahku" (Yoh 20:28), pendoa memohon tambahan iman, harapan, dan kasih, serta penyucian oleh darah Kristus.

Ujud & harapan

Umat mendoakannya untuk bersyukur sesudah menyambut Komuni dan untuk memperdalam iman akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Orang boleh berharap hatinya makin dekat pada Kristus dan imannya bertumbuh, tanpa menuntut hasil tertentu.

Kapan & cara berdoa

  1. Doakan sesudah menyambut Komuni Kudus, saat hening di bangku sebagai ucapan syukur.
  2. Doakan juga saat adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus atau menjelang Berkat Sakramen Mahakudus.
  3. Berlutut atau duduk tenang, arahkan pandangan ke tabernakel atau monstrans.
  4. Daraskan atau nyanyikan perlahan bait demi bait, berhenti sejenak pada kata yang menyentuh hati.
  5. Doa ini cocok pula dipakai di sekitar Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Asal-usul

Sejarah

Tradisi · Menurut tradisi, madah berirama ini digubah oleh Santo Thomas Aquinas (sekitar 1225–1274). Doa ini ditujukan kepada Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. [3][4]

Naskah tertua yang dikenal berasal dari sekitar lima puluh tahun sesudah wafatnya Thomas, dan tidak ada sumber dari masa itu yang menyebut dia sebagai pengarangnya. Pada abad ke-20, Dom André Wilmart menilai bukti dokumennya belum cukup untuk memastikan kepengarangan Thomas. Sebaliknya, Grabmann membelanya karena semua naskah menyebut nama Thomas dan isi puisinya mencerminkan teologi Ekaristinya. Raby mencatat bahwa sebuah puisi Jacopone da Todi (sekitar 1280–1294) tampaknya sudah mengandaikan Adoro te. [3][4]

Kajian yang lebih baru cenderung mendukung Thomas. Versi akhir biografi Thomas karya Tocco (selesai 1323) memuat teks ini dan menyebut Thomas sebagai pengarangnya. Wielockx (1998) mendapati bahwa 44 dari 51 sumber menyebut Thomas, dan Schoot menyebut Thomas hampir pasti sebagai pengarangnya. [5]

Awalnya teks ini tidak masuk liturgi resmi. Paus Santo Pius V memasukkannya ke dalam doa-doa syukur sesudah Komuni dalam Misale Romawi tahun 1570. Teks Latinnya beredar dalam dua bentuk: edisi kritis Wilmart dan teks populer yang telah dinyanyikan berabad-abad dan paling umum dipakai, misalnya dengan perbedaan "latens deitas" dan "latens veritas". [4]

Dalam Enchiridion Indulgentiarum (1968), doa ini tercantum dengan judul "Hidden God (Adoro te devote)" dan diberi indulgensi sebagian. [6]

Sumber & versi

Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05.

  1. Allah yang Tersamar (Adoro Te Devote)

    Teks diambil dari cintakatolik.blogspot.com

    Teks doa © Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).

  2. Adoro Te Devote - Indonesian Papist

    Teks Latin dari www.indonesianpapist.com

    Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.

  3. Adoro Te Devote

    Diterbitkan Encyclopedia.com (New Catholic Encyclopedia)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  4. The Adoro Te Devote (liturgy Q&A, Zenit, 25 May 2010)

    Diterbitkan EWTN Library / Zenit

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  5. The Adoro Te Devote of St. Thomas Aquinas

    Diterbitkan Project MUSE (scholarly article)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  6. Works and Prayers Listed in 'Enchiridion of Indulgences'

    Diterbitkan CatholicCulture.org (digest, not an exact reprint)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  7. Saint Thomas Aquinas, Confessor, Doctor of the Church

    Diterbitkan EWTN Library (Butler's Lives of the Saints)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin