Tantum Ergo (Sakramen Mahakudus)
Doa tradisi Gereja; teks Puji Syukur no. 501 (Mari Kita Memadahkan). · Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.
Bait 1
Sakramen yang sungguh agung,
mari kita muliakan.
Surut sudah hukum lampau,
tata baru tampillah.
Kar’na ind’ra tidak mampu,
iman jadi tumpuan.
Bait 2
Yang Berputra dan Sang Putra
dimuliakan, disembah,
dihormati, dan dipuja,
beserta dengan Sang Roh:
muncul dari Kedua-Nya,
dan setara disembah.
Amin.
Teks Latin
Tantum Ergo
Tantum ergo Sacraméntum,
Venerémur cérnui:
Et antíquum documentum
Novo cedat rítui;
Præstet fides suppleméntum
Sénsuum deféctui.
Genitori Genitóque,
Laus et iubilátio;
Salus, honor, virtus quoque,
Sit et benedíctio;
Procedénti ab utróque
Compar sit laudátio.
Amen.
Makna singkat
Madah ini mengajak kita memuliakan Sakramen Mahakudus, tempat tata perjanjian yang baru menggantikan yang lama, dan mengakui bahwa iman menopang apa yang tak mampu ditangkap indra (bdk. 2Kor 5:7). Madah ditutup dengan pujian kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Ujud & harapan
Umat menyanyikan atau mendoakannya untuk menyembah Yesus Kristus yang hadir dalam Ekaristi, bersyukur atas karunia itu, dan memohon iman yang lebih teguh. Orang boleh berharap hatinya semakin tenang dan dekat dengan Tuhan di hadapan Sakramen Mahakudus.
Kapan & cara berdoa
- Biasanya dinyanyikan bersama saat Berkat Sakramen Mahakudus, yang sering menutup adorasi, jam suci, Jalan Salib, atau perarakan Ekaristi.
- Berlututlah menghadap Sakramen Mahakudus yang ditahtakan dalam monstrans selama madah dinyanyikan.
- Madah ini juga dinyanyikan pada perarakan Tubuh dan Darah Kristus serta pada Kamis Putih, saat Sakramen Mahakudus dipindahkan ke tempat penyimpanan sesudah Misa Perjamuan Tuhan.
- Sesudah madah, imam mengucapkan ayat dan doa penutup; pada Masa Paskah ditambahkan 'Alleluya'.
- Secara pribadi, madah ini boleh didoakan dengan tenang di depan tabernakel.
Asal-usul
Sejarah
Menurut catatan sejarah, Paus Urbanus IV meminta teolog Dominikan Santo Thomas Aquinas menyusun teks Misa dan Ibadat Harian untuk Hari Raya Tubuh Kristus yang baru ditetapkan. Madah Pange lingua, yang memuat Tantum ergo, dikaitkan dengan Aquinas sebagai bagian dari karya tersebut. [3]
Kajian ilmiah menempatkan penulisan madah-madah Aquinas untuk Hari Raya Tubuh Kristus sekitar tahun 1261–1265. Banyak sumber populer menyebut tahun 1264, tetapi tahun penulisan yang pasti tidak diketahui. [4]
Tantum ergo Sacramentum sebenarnya bukan madah tersendiri. Bait-bait ini adalah dua bait terakhir dari madah Pange lingua gloriosi Corporis mysterium yang dinyanyikan pada Ibadat Sore Hari Raya Tubuh Kristus; lama-kelamaan kedua bait itu dinyanyikan sendiri. [3][4]
Tradisi · Secara tradisional Tantum ergo dinyanyikan dalam Berkat Sakramen Mahakudus, dan banyak lagu disusun atau digubah untuknya. Ayat dan doa yang menyusul madah ini dalam Berkat Sakramen Mahakudus merupakan tambahan dari masa kemudian. [3]
Sumber & versi
Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Puji Syukur no. 501 (Mari Kita Memadahkan). Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05.
- Puji Syukur no. 501 (Mari Kita Memadahkan) — 5 Madah Ekaristi Karangan Sto. Thomas Aquinas
Teks mengikuti Puji Syukur no. 501 (Mari Kita Memadahkan); diambil dari luxveritatis7.wordpress.com
Teks doa © Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).
- Tantum Ergo: A Catholic Reference Overview
Teks Latin dari www.ewtn.com
Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.
- Hymns for Corpus Christi (Introduction)
Diterbitkan Liturgy Office of the Bishops' Conference of England and Wales
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Praise, O Sion, Your Savior: Eucharistic Presence in St. Thomas Aquinas' Summa and Hymns
Diterbitkan University of Dayton thesis (OhioLINK)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin