Kisah AlkitabLukas 1:26-384 menit baca

Kabar Sukacita: Jawaban Ya Maria di Nazaret

Dalam Lukas 1:26-38, malaikat Gabriel membawa kabar kepada Maria di Nazaret, dan Maria menjawab dengan bebas sebagai hamba Tuhan.

Berkati orang lain dengan membagikan kisah ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan
Maria berdiri dengan tangan terlipat di dada di rumah sederhana, berhadapan dengan malaikat Gabriel yang membuka tangan ke arahnya.
Ilustrasi

Inti

Dalam Lukas 1:26-38, Allah mengutus malaikat Gabriel kepada Maria, seorang perawan di Nazaret, untuk mewartakan bahwa ia akan mengandung Yesus, Anak Allah, oleh kuasa Roh Kudus. Maria terkejut, bertanya, lalu menyatakan diri hamba Tuhan. Kabar Sukacita memperlihatkan Allah yang datang dengan lembut tanpa memaksa, dan Maria yang menjawab dengan bebas, rendah hati, dan penuh percaya.

Lukas membuka kisah ini dengan sebuah perutusan. Dalam bulan yang keenam, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, sebuah kota di Galilea. Ia diutus kepada seorang perawan bernama Maria, yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Bulan keenam itu, seperti nanti dijelaskan sendiri oleh malaikat, adalah bulan keenam kehamilan Elisabet, sanak Maria.

Bayangkan rumah sederhana di Nazaret itu dan seorang perawan muda yang tidak menduga apa pun. Lalu datanglah utusan Allah. Lukas menulis: “Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."” (Luk 1:28)

Malaikat Gabriel berdiri di ambang pintu rumah sederhana dan menyapa Maria, yang menoleh terkejut sambil memegang dadanya.
Malaikat menyapa Maria di Nazaret (Luk 1:28)

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya apa arti salam itu. Mungkin ia heran mengapa dirinya disebut dikaruniai, dan apa yang Tuhan kehendaki darinya. Ia tidak buru-buru menjawab. Ia menimbang salam itu di dalam hati.

Malaikat itu meminta Maria agar tidak takut, sebab ia beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Lalu ia menyampaikan kabar yang mengubah segalanya: Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia harus menamai Dia Yesus.

Malaikat berkata bahwa Anak itu akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Malaikat Gabriel berbicara sambil mengangkat tangan, sementara Maria duduk dan mendengarkan dengan wajah penuh pertanyaan.
Malaikat menyampaikan kabar kepada Maria (Luk 1:30-33)

Maria tidak menyembunyikan pertanyaannya. Lukas mencatat: “Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"” (Luk 1:34). Pertanyaan itu bukan penolakan. Barangkali ia hanya ingin sungguh mengerti apa yang Allah minta sebelum memberi jawaban.

Malaikat menjawab bahwa Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaunginya. Karena itu, anak yang akan dilahirkannya akan disebut kudus, Anak Allah. Malaikat juga memberi tanda: Elisabet, sanak Maria yang disebut mandul, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan kini sudah bulan keenam. Sebab, kata malaikat itu, bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Lalu Maria memberikan jawabannya: “Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Luk 1:38). Dengan satu kalimat, perawan dari Nazaret itu mempercayakan rencana hidupnya ke tangan Allah. Kisah Lukas berhenti di sana, dengan Maria yang telah berkata ya.

Maria berdiri tenang dengan tangan terbuka di rumahnya, sementara malaikat Gabriel pergi di ambang pintu dalam cahaya senja.
Maria berkata ya, lalu malaikat pergi (Luk 1:38)

Latar Kabar dari Nazaret

Lukas menempatkan peristiwa ini di Nazaret, sebuah kota di wilayah Galilea. Ia mencatat dua hal tentang Maria: ia seorang perawan, dan ia bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud. Keterangan tentang keluarga Daud ini penting, karena malaikat menyebut bahwa Anak Maria akan menerima takhta Daud, bapa leluhur-Nya. Takhta raja leluhur Israel itu kini dikaitkan dengan seorang anak yang akan dikandung di Nazaret.

Penanda waktu bulan keenam dijelaskan oleh teks sendiri: itu bulan keenam kehamilan Elisabet, bukan nama bulan dalam kalender. Pesan Gereja untuk orang muda mencatat bahwa sesudah peristiwa ini Maria pergi membantu Elisabet. Dalam liturgi, Paus Fransiskus menyebut Injil Kabar Sukacita dibacakan pada Hari Minggu Adven IV tahun 2023, dan pada hari Minggu menjelang Natal tahun 2017.

Makna Jawaban Ya dari Maria

Paus Fransiskus menekankan bahwa anak yang akan lahir dari gadis sederhana Nazaret itu disebut Anak Yang Mahatinggi, martabat yang tak terbayangkan lebih tinggi lagi. Namun Maria tidak meninggikan diri. Menurut Paus, ia tetap rendah hati dan menyatakan kesediaannya pada rencana Tuhan, sadar bahwa terlaksananya rencana itu bergantung pada jawabannya.

Paus Fransiskus juga membaca gambaran naungan pada ayat 35 sebagai cara Allah bertindak: kasih yang lembut, yang melindungi tanpa melanggar kebebasan. Karena itu, jawaban Maria dapat dipahami sebagai persetujuan yang bebas dan penuh iman. Allah menawarkan, dan Maria menjawab dengan sukarela.

Dalam Pesan untuk Hari Orang Muda Sedunia ke-37, Paus Fransiskus menulis bahwa sesudah mendengar Kabar Sukacita, Maria bisa saja sibuk dengan kekhawatiran dan ketakutannya sendiri karena situasi yang ia alami. Namun ia justru mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Bagi remaja dan orang muda, kisah ini dekat dengan pengalaman ketika rencana hidup tiba-tiba berubah. Pesan yang sama menyebut Maria muda tidak lumpuh oleh perubahan itu, karena Yesus ada di dalam dirinya. Paus Fransiskus mengajak umat mengasihi seperti Allah mengasihi: menyambut, melindungi, dan menghormati sesama, misalnya dengan menemani teman yang sedang bingung.

Sekilas

Bacaan
Lukas 1:26-38
Bentuk
Peristiwa
Tokoh
Maria · Gabriel · Yusuf · Elisabet · Yesus · Daud
Tempat
Nazaret · Galilea
Dibacakan dalam Misa
Hari Minggu Adven IV (contoh tahun 2023) vatican.va
Dibacakan dalam Misa
Hari Minggu sebelum Natal (contoh tahun 2017) press.vatican.va

Baca perikopnya di imankatolik.or.id (situs luar)

Tokoh dalam kisah ini

Kisah ini diceritakan kembali oleh tim editorial Light of Saints dari Kitab Suci edisi Katolik dan sumber Gereja yang tercantum, dengan bantuan AI, lalu diperiksa editor. Sebagian suasana dan perasaan tokoh adalah penggambaran kami. Untuk teks lengkap, bacalah perikopnya di Kitab Suci.

Bawa kisah ini dalam doamu.

Doakan: Doa Malaikat Tuhan

Pertanyaan umum

Siapa malaikat yang membawa Kabar Sukacita kepada Maria?

Lukas menulis bahwa Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret di Galilea, kepada seorang perawan bernama Maria yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud.

Di mana kisah Kabar Sukacita dalam Alkitab?

Kisah ini ada dalam Injil Lukas 1:26-38. Paus Fransiskus menyebut Injil ini dibacakan pada Hari Minggu Adven IV tahun 2023.

Apakah pertanyaan Maria kepada malaikat berarti ia ragu?

Pertanyaan Maria dalam Luk 1:34 lebih tepat dibaca sebagai keinginan memahami kehendak Allah. Menurut Paus Fransiskus, Maria tetap rendah hati dan menyatakan kesediaannya pada rencana Tuhan.

Apa tanda yang diberikan malaikat kepada Maria?

Malaikat menyebut bahwa Elisabet, sanak Maria yang disebut mandul, sedang mengandung pada hari tuanya dan sudah bulan keenam, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Apa yang dilakukan Maria setelah menerima Kabar Sukacita?

Pesan Hari Orang Muda Sedunia ke-37 menyebut Maria pergi membantu Elisabet, karena ia yakin rencana Tuhan adalah rencana yang terbaik bagi hidupnya.

Konteks & sumber

Alkitab Deuterokanonika: Luk 1:26-38

Luk 1:26-38

Kutipan Kitab Suci diambil dari Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, kitab Deuterokanonika © Lembaga Biblika Indonesia 1976.

Angelus, 24 December 2023

Diterbitkan di www.vatican.va

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

The Pope's words at the Angelus prayer

Diterbitkan di press.vatican.va

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA ke-37 (2022-2023) "Maria Bangkit dan Bergegas" (bdk. Luk 1:39)

Diterbitkan di www.vatican.va

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin