Doa Tobat
Doa tradisi Gereja; teks Puji Syukur no. 25. · Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.
Doa Tobat
Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)
Teks Latin
Actus Contritionis
Deus meus, ex toto corde poenitet me omnium meorum peccatorum, eaque detestor, quia peccando, non solum poenas a Te iuste statutas promeritus sum, sed praesertim quia offendi Te, summum bonum, ac dignum qui super omnia diligaris.
Ideo firmiter propono, adiuvante gratia Tua, de cetero me non peccaturum peccandique occasiones proximas fugiturum.
Amen.
Makna singkat
Doa ini mengakui dosa dengan jujur, menyesalinya karena kita telah tidak setia kepada Allah yang mahabaik, dan berjanji memperbaiki hidup dengan bantuan rahmat-Nya. Penutupnya menggemakan doa pemungut cukai: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (Luk 18:13).
Ujud & harapan
Umat mendoakannya untuk menyatakan penyesalan atas dosa, terutama dalam Sakramen Tobat dan sebelum tidur. Yang boleh diharapkan adalah hati yang diperbarui dan kepercayaan pada belas kasih Allah yang selalu siap mengampuni orang yang sungguh bertobat.
Kapan & cara berdoa
- Dalam Sakramen Tobat, doakan Doa Tobat setelah imam memberi nasihat dan penitensi, sebelum ia memberikan absolusi.
- Di rumah, khususnya pada malam hari, periksalah batin dengan tenang lalu doakan Doa Tobat dengan perlahan.
- Doakan dengan hati, bukan sekadar menghafal: ingat dosa-dosa konkret dan niat nyata untuk memperbaikinya.
- Bila belum dapat mengaku dosa, ungkapkan penyesalan karena kasih kepada Allah, disertai niat untuk menerima Sakramen Tobat sesegera mungkin.
- Sesudah menerima pengampunan dan menjalankan penitensi, Anda dapat bersyukur dengan doa Syukur atas Pengampunan (Puji Syukur no. 27).
Asal-usul
Sejarah
Katekismus Gereja Katolik (no. 1451–1453) mengajarkan bahwa penyesalan adalah yang pertama dari tindakan peniten: duka hati dan kebencian terhadap dosa yang telah dilakukan, disertai niat untuk tidak berdosa lagi. Katekismus membedakan penyesalan "sempurna", yang lahir dari kasih kepada Allah di atas segalanya, dari penyesalan "tidak sempurna", yang lahir dari rasa takut atau dari kesadaran akan buruknya dosa. [4]
Menurut Katekismus, penyesalan sempurna menghapus dosa-dosa ringan. Penyesalan itu juga memperoleh pengampunan dosa-dosa berat bila disertai niat yang teguh untuk mengaku dosa dalam Sakramen Tobat sesegera mungkin. [4][6]
Gereja tidak mengikat istilah "doa tobat" pada satu rumusan saja. Buku Pegangan Indulgensi memberi beberapa rumusan yang disetujui sebagai contoh, sehingga ada banyak versi. Pada awal 1970-an disusun sebuah rumusan yang lebih baru, yang tercantum dalam Tata Perayaan Tobat yang diperbarui; tata perayaan itu menawarkan beberapa pilihan untuk mengungkapkan penyesalan. [3]
Di Indonesia, Doa Tobat tercetak dalam buku doa dan nyanyian Puji Syukur sebagai no. 25, "Allah yang maharahim…". Puji Syukur no. 26 memuat rumusan lain yang diawali dengan "Ya Allah, Engkaulah yang harus kukasihi lebih dari segala sesuatu". [5]
Tradisi · Dalam tata pengakuan dosa pribadi yang lazim di paroki-paroki Indonesia, peniten mendoakan Doa Tobat (PS 25) setelah imam memberi nasihat dan penitensi. Setelah menjalankan penitensi, peniten mendoakan Syukur atas Pengampunan (PS 27). [5]
Sumber & versi
Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Puji Syukur no. 25. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05.
- Puji Syukur no. 25 — Doa Tobat
Teks mengikuti Puji Syukur no. 25; diambil dari www.imankatolik.or.id
Teks doa © Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).
- Actus Contritionis (Act of Contrition) - Ecclesia Bytes
Teks Latin dari ecclesiabytes.com
Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.
- Act of Contrition? (Q&A)
Diterbitkan Diocese of Manchester (catholicnh.org)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Catechism of the Catholic Church, Part 2, Section 2, Chapter 2, Article 4 (nos. 1451–1453)
Diterbitkan St. Charles Borromeo parish (CCC text)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Sakramen Tobat
Diterbitkan Paroki Slipi (Salvator)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Perfect and Imperfect Contrition
Diterbitkan Rhode Island Catholic
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin