Datanglah, Roh Kudus (Sekuensia Pentakosta)

Doa tradisi Gereja; teks Puji Syukur no. 569. · Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan

Ya Roh Kudus, Datanglah

Datanglah Roh Kudus dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.

Suluh hati, datanglah, Bapa kaum yang lemah Pemberi anugerah

Kau penghibur ulungku,Kau Sahabat jiwaku, penyejukku yang lembut.

Kau segarkan yang lelah, Engkau tenangkan yang resah, Kau melipur yang sendu.

O Cahaya yang cerah, datanglah dan penuhilah hati kaum beriman.

Tanpa kekuasaan-Mu, hampa daya umat-Mu, hanya noda adanya.

Yang cemar bersihkanlah, yang kersang siramilah, yang terluka pulihkan.

yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah yang sesat arahkanlah.

Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu: sapta karunia-Mu.

Dan Curahkan anugrah: akhir hidup bahagia, sukacita tak henti.

Teks Latin

Veni, Sancte Spiritus

Veni, Sancte Spiritus, et emitte caelitus lucis tuae radium.

Veni, pater pauperum, veni, dator munerum veni, lumen cordium.

Consolator optime, dulcis hospes animae, dulce refrigerium.

In labore requies, in aestu temperies in fletu solatium.

O lux beatissima, reple cordis intima tuorum fidelium.

Sine tuo numine, nihil est in homine, nihil est innoxium.

Lava quod est sordidum, riga quod est aridum, sana quod est saucium.

Flecte quod est rigidum, fove quod est frigidum, rege quod est devium.

Da tuis fidelibus, in te confidentibus, sacrum septenarium.

Da virtutis meritum, da salutis exitum, da perenne gaudium. Amen.

Makna singkat

Doa ini memanggil Roh Kudus sebagai Cahaya, Bapa kaum yang lemah, dan Penghibur. Doa ini memohon agar Ia membersihkan, menyembuhkan, dan menuntun hati, lalu menganugerahkan ketujuh karunia-Nya serta akhir hidup yang bahagia (bdk. Yoh 14:26).

Ujud & harapan

Umat mendoakannya untuk memohon terang Roh Kudus sebelum belajar, saat harus mengambil keputusan, atau ketika mempersiapkan diri menerima Sakramen Krisma. Kita boleh berharap hati menjadi lebih jernih, tenang, dan terbuka pada kehendak Allah.

Kapan & cara berdoa

  1. Pada Hari Raya Pentakosta, sekuensia ini wajib dinyanyikan atau didaraskan dalam Misa sebelum Alleluya dan Injil.
  2. Di luar Misa, doakan secara pribadi sambil duduk atau berlutut dengan tenang, lalu awali dengan Tanda Salib.
  3. Daraskan perlahan bait demi bait. Setiap bait adalah satu kalimat utuh, jadi kita bisa berhenti sejenak untuk merenungkannya.
  4. Doa ini cocok didoakan sebelum belajar, sebelum ujian, sebelum mengambil keputusan penting, atau selama masa persiapan Krisma.
  5. Doa ini juga bisa didaraskan setiap hari antara Kenaikan Tuhan dan Pentakosta, bersama novena Roh Kudus.

Asal-usul

Sejarah

Sekuensia ini tidak ditemukan dalam naskah mana pun yang lebih tua dari sekitar tahun 1200. Dalam buku-buku yang lebih tua, sekuensia ini ditambahkan kemudian oleh tangan lain. Sekuensia ini mulai muncul dalam buku-buku liturgi sekitar tahun 1200. [5]

New Catholic Encyclopedia menempatkannya pada akhir abad ke-12, karena bentuk baitnya belum dikenal sebelum pertengahan abad itu. Menurut ensiklopedia tersebut, tradisi naskahnya menunjukkan bahwa sekuensia ini menyebar dari Paris, bukan dari Roma. [4]

Penggubahnya tidak diketahui dengan pasti. Sebuah naskah sezaman, yang diduga ditulis oleh seorang rahib Sistersien Inggris, menyebut Stephen Langton, Uskup Agung Canterbury (wafat 1228). Para ahli modern umumnya menganggap Langton sebagai penggubah yang paling mungkin. Paus Inosensius III adalah kandidat utama lainnya. [4][6]

Misale Romawi yang diperbarui pada tahun 1570 menetapkan sekuensia ini untuk Hari Raya Pentakosta dan oktafnya. Revisi tahun 1634 di bawah Paus Urbanus VIII tidak mengubah ketentuan itu. [3]

Tradisi · Para penulis Abad Pertengahan menyebutnya "Sekuensia Emas" karena kekayaan isi dan keindahan ungkapannya. Sekuensia ini terdiri atas sepuluh bait tiga baris. Setiap bait merupakan satu kalimat utuh, dan dalam bahasa Latin baris ketiga setiap bait berakhir dengan rima "-ium". [5][6][3]

Sumber & versi

Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Puji Syukur no. 569. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-11-05.

  1. Puji Syukur no. 569 — Ya Roh Kudus, Datanglah, Puji Syukur No 569 - Manado Post

    Teks mengikuti Puji Syukur no. 569; diambil dari manadopost.jawapos.com

    Teks doa © Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).

  2. Veni Sancte Spiritus - Hozana

    Teks Latin dari hozana.org

    Teks Latin dikutip dengan atribusi dan tautan.

  3. Catholic Encyclopedia: Veni Sancte Spiritus Et Emitte Coelitus

    Diterbitkan New Advent (Catholic Encyclopedia, 1913)

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  4. Veni Sancte Spiritus

    Diterbitkan New Catholic Encyclopedia, via Encyclopedia.com

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  5. Veni, Sancte Spiritus (Come, Holy Spirit): The Golden Sequence

    Diterbitkan Catholic Culture

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

  6. Veni, Sancte Spiritus

    Diterbitkan The Canterbury Dictionary of Hymnology

    Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin