Santa Rita dari Cascia: Pengampunan yang Lahir dari Kekuatan Iman
Santa Rita dari Cascia dikenang sebagai saksi pengampunan yang tidak lahir dari sikap pasrah, melainkan dari kasih yang teguh kepada Kristus.
Berkati orang lain dengan membagikan kisah ini.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Rita dari Cascia menjalani beberapa panggilan dalam satu hidup: ia menjadi istri, ibu, janda dan biarawati pada zamannya. Hidupnya dijalani dengan rendah hati, tetapi kini ia dikenal di seluruh dunia karena hidup Kristiani yang heroik dalam semua peran itu. Yohanes Paulus II menyebutnya saksi pengampunan tanpa batas dan penerimaan penderitaan secara heroik.
Kasih yang mengampuni
Yohanes Paulus II mengenang kasih Rita yang heroik di rumah tangganya dan dalam peristiwa-peristiwa kotanya. Amanat para Paus tidak merinci peristiwa itu atau siapa saja yang terlibat di dalamnya.
Paus yang sama menekankan cara Rita mengampuni dan menanggung penderitaan. Menurutnya, pengampunan yang Rita tawarkan dan penderitaan yang ia terima tidak lahir dari sikap menyerah begitu saja, tetapi dari kasihnya yang kuat kepada Kristus. Dari kasih itu pula, menurut Paus, iman Rita memberinya keteguhan untuk membawa damai di mana pun ia berada.
Kasih yang sama tampak dalam keibuannya. Yohanes Paulus II menilai Rita menghayati kekhasan panggilan perempuan secara mendalam, baik dalam keibuan jasmani maupun rohani. Paus Fransiskus menyoroti semangat hidup Rita serta kasih yang ia berikan kepada semua orang tanpa syarat.

Serupa dengan Kristus tersalib
Rita juga menempuh hidup sebagai biarawati. Sumber-sumber yang tersedia tidak menjelaskan kapan atau bagaimana ia masuk biara. Yang disebut adalah arah rohaninya: Rita mengikuti spiritualitas Santo Agustinus. Menurut Yohanes Paulus II, di jalan itu ia belajar mengikuti Yesus yang tersalib dan menjadi akrab dengan penderitaan, sehingga ia mampu memahami kesedihan yang dirasakan orang lain.

Kerendahan hati dan ketaatan menjadi jalan yang ia tempuh untuk makin serupa dengan Kristus yang tersalib. Ada pula tanda pada dahi Rita. Yohanes Paulus II melihatnya sebagai bukti bahwa iman Kristianinya telah matang. Paus Leo XIII, ketika menetapkan Rita sebagai santa, menafsirkan bahwa Kristus berkenan memberi Rita tanda kasih dan penderitaan-Nya sendiri.
Warisan Santa Rita
Kenangan akan Rita masih dirawat umat hingga kini. Devosi kepadanya di seluruh dunia dilambangkan dengan mawar, yang dikaitkan dengan mawar yang dipetik di kebun Roccaporena pada musim dingin sebelum ia wafat. Amanat Paus tidak menyebut peristiwa itu sebagai mukjizat. Bagi Yohanes Paulus II, Cascia terkait dengan kenangan akan Rita dan dengan spiritualitas Agustinian.

Pada 24 Mei 1900, Rita dikanonisasi sebagai santa. Yohanes Paulus II mencatat bahwa ia perempuan pertama yang dikanonisasi dalam Yubileum Agung pada awal abad ke-20. Gereja merayakan peringatannya setiap 22 Mei. Pada hari peringatan itu tahun 2019, Paus Fransiskus berharap para perempuan masa kini meneladan semangat hidup dan kasihnya.
Sekilas
- Diperingati
- 22 Mei
- Status Gereja
- Santa; dikanonisasi pada 24 Mei 1900 vatican.va
- Peran hidup
- Istri, ibu, janda dan biarawati vatican.va
- Peringatan
- 22 Mei vatican.va
- Spiritualitas
- Mengikuti spiritualitas Santo Agustinus vatican.va
- Lambang devosi
- Mawar, dikaitkan dengan mawar dari kebun Roccaporena vatican.va
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Yohanes Paulus II, amanat 20 Mei 2000, no. 2; Yohanes Paulus II, amanat 20 Mei 2000, no. 1; Yohanes Paulus II, amanat 20 Mei 2000, no. 4 (mengutip pidatonya pada peringatan 600 tahun kelahiran Rita, 1982); Yohanes Paulus II, amanat 20 Mei 2000, no. 2 (merujuk Surat Apostolik Leo XIII Umbria gloriosa sanctorum parens); Yohanes Paulus II, amanat 20 Mei 2000, no. 4
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Paus Fransiskus, Audiensi Umum 22 Mei 2019, salam khusus; Paus Fransiskus, Audiensi Umum, kepala dokumen
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Yohanes Paulus II, amanat kepada Ordo Santo Agustinus, 7 September 2001, no. 4
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin


