Hari Raya Semua Orang Kudus: Mengapa 1 November Juga tentang Kamu

Pada 1 November Gereja merayakan semua orang kudus, termasuk yang namanya tak pernah kita dengar, dan mengajakmu menjadi kudus juga.

Berkati orang lain dengan membagikan kisah ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan
Orang dari berbagai usia dan bangsa, beberapa membawa daun palma, berkumpul di lereng saat matahari terbit.
Ilustrasi

Inti

Hari Raya Semua Orang Kudus menghormati orang banyak yang sudah hidup bersama Allah, sebagian besar tanpa nama, dan mengingatkan bahwa kekudusan adalah panggilan setiap orang, bukan hanya segelintir tokoh.

Hari Raya Semua Orang Kudus dirayakan Gereja Katolik setiap 1 November. Pada hari ini Gereja menghormati semua orang kudus sekaligus: para santo dan santa yang sudah dikanonisasi, dan orang kudus lain yang tidak pernah dibeatifikasi atau dikanonisasi. Hari raya ini juga mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil menjadi kudus.

Dari Halloween ke 1 November

Setiap 31 Oktober, banyak orang di berbagai negara berdandan sebagai hantu, penyihir, atau tengkorak. Namanya Halloween. Tidak banyak yang tahu bahwa nama itu berasal dari All Hallows' Eve, malam menjelang Hari Raya Semua Orang Kudus. Dalam bahasa Inggris lama, "hallows" berarti kudus, dan "e'en" adalah bentuk singkat dari "evening", malam.

Lalu mengapa Halloween identik dengan hantu? Dalam tradisi Katolik, gambar hantu dan wajah seram dimaksudkan sebagai pengingat akan kematian dan hal-hal terakhir, yaitu kematian, pengadilan, surga, dan neraka. Menjelang akhir tahun liturgi, Gereja memang merenungkan hal-hal terakhir itu, dan pada 2 November Gereja mendoakan semua orang beriman yang telah meninggal. Ada pula yang mengaitkan Halloween dengan perayaan tahun baru pra-Kristen. Seiring waktu, dunia sekuler ikut merayakannya, dan sisi seram itulah yang sekarang paling dikenal.

Jadi yang dirayakan Gereja keesokan harinya, 1 November, bukan hantu, melainkan orang banyak yang sudah hidup bersama Allah, seperti yang digambarkan Kitab Wahyu.

Kemudian aku melihat orang banyak yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa. (Wahyu 7:9)

Solemnity of All Saints: bacaan Misa 1 November 2026

Ayat itu dibacakan sebagai bacaan pertama Misa Hari Raya Semua Orang Kudus. Bukan sepuluh orang, bukan seratus orang, tetapi orang banyak yang tidak dapat dihitung.

Sejarah Hari Raya Semua Orang Kudus

Sejak abad-abad pertama, umat Kristen mengenang para martir, yaitu orang-orang yang wafat karena iman. Lambat laun peringatan itu meluas kepada semua orang kudus. Perayaan bersama ini mulai di Gereja Timur pada abad ke-4, lalu dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda: 13 Mei di Roma, dan 1 November di Inggris dan Irlandia sejak abad ke-8. Mulai abad ke-9, tanggal 1 November dipakai juga di Roma.

Ada satu bangunan yang menyimpan jejak sejarah ini. Pada tahun 609, Paus Bonifasius IV menguduskan Pantheon di Roma, salah satu monumen Romawi tertua dan paling terkenal, dan mempersembahkannya kepada Perawan Maria dan semua martir. Namanya menjadi Sancta Maria ad Martyres, Santa Maria bersama para martir.

Sekelompok umat berdiri dan berlutut dekat altar di dalam bangunan berkubah dengan oculus dan kolom-kolom.
Pantheon di Roma, yang pada tahun 609 dipersembahkan kepada Perawan Maria dan semua martir. Ilustrasi interpretatif.

Hari raya ini juga tidak hanya untuk nama-nama yang kita kenal. Paus Fransiskus mengajak kita tidak hanya memikirkan mereka yang sudah dibeatifikasi atau dikanonisasi, sebab Roh Kudus mencurahkan kekudusan dengan limpah di tengah umat Allah. Mungkin di antara mereka ada seorang nenek yang setiap malam mendoakan cucu-cucunya, atau seorang guru yang diam-diam membantu muridnya membayar uang sekolah.

Nenek memegang rosario di samping cucunya yang tidur, dengan lampu menyala dan salib berfigur di dinding kamar.
Kekudusan sering ditemukan pada orang-orang yang hidup dekat dengan kita. Ilustrasi interpretatif.

Para kudus juga manusia biasa

Kata "santo" sering membuat kita membayangkan patung yang tenang dan sempurna. Padahal banyak di antara mereka masih muda: Carlo Acutis wafat dalam usia 15 tahun, Maria Goretti belum genap 12 tahun, dan Theresia dari Lisieux dalam usia 24 tahun. Ada pula yang masa lalunya kelam. Saulus, yang kemudian dikenal sebagai Paulus, pernah menganiaya para pengikut Yesus, sedangkan Agustinus tersesat di masa mudanya dan menempuh pencarian panjang sebelum dibaptis. Menjadi kudus tidak sama dengan tidak pernah jatuh, melainkan terus kembali kepada Allah.

Panggilan semua orang menjadi kudus

Kekudusan bukan hanya urusan tokoh besar. Konsili Vatikan II mengajarkan bahwa setiap orang beriman, apa pun status hidupnya, dipanggil kepada hidup Kristiani yang penuh. Dalam Gaudete et Exsultate, Paus Fransiskus mengatakan bahwa kekudusan sering ditemukan pada tetangga sebelah rumah kita, lalu menulis:

Kita semua dipanggil menjadi kudus dengan menjalani hidup kita dengan kasih dan memberi kesaksian dalam segala hal yang kita lakukan, di mana pun kita berada. (Gaudete et Exsultate 14)

Paus Fransiskus, Seruan Apostolik Gaudete et Exsultate, 19 Maret 2018

Kekudusan bisa bertumbuh di meja belajar, di tempat kerja, dan di grup chat keluarga.

Beda 1 November dan 2 November

Dua hari ini sering tertukar. Pada 1 November, Gereja bersukacita atas mereka yang sudah hidup bersama Allah dan memohon doa mereka. Pada 2 November, Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, kitalah yang mendoakan semua orang beriman yang telah meninggal.

Empat anggota keluarga berdoa dan menaruh bunga di makam bersalib, dengan sebuah lilin menyala.
Pada 2 November, Gereja mendoakan semua orang beriman yang telah meninggal. Ilustrasi interpretatif.

Para kudus memantulkan terang Kristus

Injil Misa Hari Raya Semua Orang Kudus adalah Sabda Bahagia (Matius 5:1-12a), jalan yang ditempuh para kudus. Beberapa ayat kemudian, Yesus berkata:

Kamu adalah terang dunia. (Matius 5:14)

Injil Matius bab 5

Para kudus bukan sumber terang itu, sebab Kristuslah Terang bangsa-bangsa. Mereka seperti jendela yang membiarkan terang-Nya lewat, sehingga kita bisa melihat jalan.

Itulah yang ingin dihadirkan Light of Saints, yang diluncurkan pada Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2026: mengenalkan para kudus satu per satu, lewat kisah hidup dan doa-doa mereka. Kami mulai dengan beberapa nama, dan di antara para kudus itu masih ada tempat untukmu.

Refleksi redaksi Light of Saints untuk Hari Raya Semua Orang Kudus, disusun dari sumber yang tercantum. Kutipan Kitab Suci dan dokumen Gereja diterjemahkan redaksi dari teks bahasa Inggris pada sumber, sehingga kata-katanya dapat berbeda dari terjemahan resmi berbahasa Indonesia. Santo atau santa adalah orang yang oleh Gereja dinyatakan telah hidup bersama Allah di surga; pernyataan resmi itu disebut kanonisasi.

Bawa kisah ini dalam doamu.

Konteks & sumber

The Catholic roots of Halloween, the Vigil of All Saints' Day

Vatican News, Oktober 2019: asal kata Halloween dari All Hallows' Eve; gambar seram sebagai pengingat kematian dan hal-hal terakhir; dirayakan dunia sekuler

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Solemnity of All Saints: bacaan Misa 1 November 2026

USCCB, bacaan 1 November 2026: Why 7:2-4.9-14; Mat 5:1-12a

Kutipan singkat dari New American Bible (Revised Edition) di situs USCCB, diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh redaksi.

Solemnity of All Saints

Vatican News: asal-usul perayaan di Timur, tanggal 13 Mei dan 1 November

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Benediktus XVI, Angelus Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2008

Paus Bonifasius IV menguduskan Pantheon pada 609

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Benediktus XVI, Angelus Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2009

Perayaan semua martir diperluas kepada semua orang kudus; Pantheon, salah satu monumen Romawi tertua dan paling terkenal, bernama Sancta Maria ad Martyres; peringatan arwah 2 November

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Libretto Misa Kanonisasi Pier Giorgio Frassati dan Carlo Acutis, 7 September 2025

Profil Carlo Acutis: wafat 12 Oktober 2006 dalam usia 15 tahun; kanonisasi 7 September 2025

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Yohanes Paulus II, pesan seratus tahun wafat Santa Maria Goretti, 8 Juli 2002

Lahir 16 Oktober 1890, wafat 6 Juli 1902; pengampunan bagi penyerangnya

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Yohanes Paulus II, Divini Amoris Scientia, 19 Oktober 1997

Theresia wafat 30 September 1897

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Kantor Pers Takhta Suci, 15 Oktober 2023

Theresia lahir 2 Januari 1873 di Alençon

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul: bacaan 25 Januari 2021

USCCB, Kis 22:3-16: Paulus menganiaya Jalan Tuhan sebelum perjumpaan di jalan ke Damsyik

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks New American Bible (Revised Edition) milik penerbitnya.

Benediktus XVI, Audiensi Umum 27 Februari 2008: Santo Agustinus

Pencarian Agustinus; baptisan Malam Paskah 387 di Milan oleh Uskup Ambrosius

Dirujuk sebagai sumber fakta; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Konsili Vatikan II, Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium

Art. 1, 40 dan 50

Dirujuk dan diparafrasakan dari terjemahan Inggris di vatican.va; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Paus Fransiskus, Seruan Apostolik Gaudete et Exsultate, 19 Maret 2018

Art. 6, 7 dan 14

Kutipan singkat dari terjemahan Inggris di vatican.va, diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh redaksi; teks © Libreria Editrice Vaticana.

Injil Matius bab 5

Mat 5:14

Kutipan singkat dari New American Bible (Revised Edition) di situs USCCB, diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh redaksi.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin