Kisah AlkitabLukas 10:25-374 menit baca

Orang Samaria yang Baik Hati: Berhenti dan Menjadi Sesama

Dalam Lukas 10:25-37, Yesus menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat dengan kisah orang Samaria yang berhenti menolong korban penyamun di jalan.

Berkati orang lain dengan membagikan kisah ini.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.

Bagikan
Seorang Samaria membalut lengan pengelana di jalan berbatu, sementara seekor keledai menunggu di belakang.
Ilustrasi

Inti

Perumpamaan orang Samaria yang baik hati dalam Injil Lukas 10:25-37 bercerita tentang seseorang yang dirampok di jalan dari Yerusalem ke Yerikho: imam dan orang Lewi melewatinya, tetapi seorang Samaria berhenti dan merawatnya. Yesus membalik pertanyaan ahli Taurat tentang siapa sesamanya menjadi ajakan untuk menjadi sesama bagi siapa pun yang menderita, sebab kasih kepada Allah harus nyata dalam perbuatan.

Lukas mencatat sebuah percakapan yang dimulai dengan ujian. “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"” (Luk 10:25) Ahli Taurat adalah orang yang mendalami hukum Taurat, dan pertanyaannya menyentuh hal yang paling penting bagi setiap orang beriman.

Seorang ahli Taurat berdiri berhadapan dengan Yesus yang duduk tenang di dinding batu, sementara beberapa pendengar duduk di dekatnya.
Seorang ahli Taurat menguji Yesus (Luk 10:25).

Yesus tidak langsung menjawab. Ia bertanya balik apa yang tertulis dalam hukum Taurat dan apa yang dibaca orang itu di sana. Ahli Taurat itu menjawab dengan tepat: “Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."” (Luk 10:27)

Yesus membenarkannya: “Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."” (Luk 10:28) Namun Lukas menulis bahwa orang itu ingin membenarkan dirinya, lalu bertanya siapakah sesamanya manusia. Barangkali ia berharap ada garis yang jelas: siapa yang wajib dikasihi, dan siapa yang boleh dibiarkan.

Yesus menjawab dengan sebuah cerita. Seseorang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Di tengah jalan ia jatuh ke tangan penyamun. Mereka merampoknya habis-habisan, memukulnya, lalu pergi meninggalkannya setengah mati. Bayangkan jalan yang sepi itu, dan seorang yang terbaring tanpa daya, barangkali tidak sanggup lagi meminta tolong.

Jalan berbatu yang sepi menuju Yerikho, dengan seorang pria terbaring sendirian di tepi jalan, terbungkus jubah yang sobek.
Seorang yang terbaring di jalan ke Yerikho (Luk 10:30).

Kebetulan seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi melewatinya dari seberang jalan. Kemudian seorang Lewi datang ke tempat yang sama. Ia pun melihat, lalu melewatinya dari seberang jalan. Teks tidak menyebut alasan mereka. Yang dicatat hanya ini: mereka melihat, tetapi tidak berhenti.

Lalu datang seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Bagi para pendengar Yesus, tokoh ini mengejutkan, sebab sebagian orang pada masa itu memandang rendah orang Samaria. Ketika melihat orang yang terluka itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Mungkin ia juga tahu jalan itu berbahaya, tetapi ia tidak menjauh.

Ia mendekat, menyirami luka-lukanya dengan minyak dan anggur, lalu membalutnya. Ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri, membawanya ke tempat penginapan, dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan. Ia meminta orang itu dirawat dan berjanji mengganti biaya tambahan saat ia kembali.

Orang Samaria dengan hati-hati menolong pria yang terbalut kain naik ke atas keledainya, dengan sebuah penginapan terlihat di kejauhan.
Orang Samaria membawa orang itu ke penginapan (Luk 10:34).

Lalu Yesus bertanya kepada ahli Taurat siapa di antara ketiga orang itu yang menjadi sesama manusia bagi orang yang jatuh ke tangan penyamun. Jawabannya jelas, dan Yesus menutup percakapan dengan perintah singkat: “Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"” (Luk 10:37)

Latar Jalan Yerikho dan Orang Samaria

Perumpamaan ini terdapat dalam Injil Lukas, pasal 10 ayat 25 sampai 37. Ini cerita yang disampaikan Yesus, bukan laporan sebuah kejadian, sehingga tokoh-tokohnya tidak bernama. Paus Fransiskus menjelaskan bahwa imam dan orang Lewi adalah tokoh yang terkait dengan ibadat di Bait Allah, dan bahwa Hukum Tuhan mewajibkan orang menolong dalam keadaan seperti itu.

Pilihan tokoh ketiga itu mengejutkan. Fratelli Tutti mencatat bahwa bagi sebagian orang Yahudi pada masa itu, orang Samaria dipandang rendah, dianggap najis, dan tidak termasuk orang yang perlu ditolong. Ensiklik itu juga mengingatkan bahwa Yesus sendiri orang Yahudi, dan Dialah yang mengubah cara pandang tersebut sepenuhnya.

Makna Menjadi Sesama bagi Semua Orang

Paus Fransiskus mengajarkan bahwa orang yang rajin datang ke rumah Allah tidak otomatis tahu mengasihi sesama, dan tidak ada ibadat sejati bila tidak diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama. Ia bahkan menegaskan bahwa mengabaikan penderitaan manusia berarti mengabaikan Allah. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, seperti jawaban ahli Taurat tadi, tidak dapat dipisahkan.

Yesus membalik pertanyaan ahli Taurat. Ia tidak menjawab siapa yang pantas disebut sesama, tetapi bertanya siapa yang bertindak sebagai sesama. Fratelli Tutti merumuskannya begini: orang tidak lagi berkata bahwa ia punya sesama untuk ditolong, melainkan ia sendiri harus menjadi sesama bagi orang lain. Ensiklik itu juga mengajak orang Kristiani mengenali Kristus sendiri dalam saudara-saudari yang ditinggalkan atau dikucilkan.

Bagi remaja dan dewasa muda, jalan menuju Yerikho bisa berupa lorong sekolah, grup obrolan, atau rumah sendiri. Ada teman yang dirundung, adik yang kewalahan, tetangga lanjut usia yang jarang dikunjungi. Seperti orang Samaria, langkah pertama adalah memutuskan untuk berhenti dan mendekat, lalu bertindak nyata dan setia, tanpa menunggu pengakuan atau ucapan terima kasih.

Sekilas

Bacaan
Lukas 10:25-37
Bentuk
Perumpamaan
Tokoh
Yesus · Ahli Taurat · Orang yang jatuh ke tangan penyamun · Imam dan orang Lewi · Orang Samaria · Pemilik penginapan
Tempat
Yerusalem · Yerikho · Tempat penginapan

Baca perikopnya di imankatolik.or.id (situs luar)

Kisah ini diceritakan kembali oleh tim editorial Light of Saints dari Kitab Suci edisi Katolik dan sumber Gereja yang tercantum, dengan bantuan AI, lalu diperiksa editor. Sebagian suasana dan perasaan tokoh adalah penggambaran kami. Untuk teks lengkap, bacalah perikopnya di Kitab Suci.

Bawa kisah ini dalam doamu.

Doakan: Doa Damai Santo Fransiskus

Pertanyaan umum

Kisah orang Samaria ini ada di ayat berapa?

Perumpamaan ini terdapat dalam Injil Lukas 10:25-37. Ceritanya sendiri dimulai di ayat 30, setelah ahli Taurat bertanya siapakah sesamanya, dan ditutup dengan perintah Yesus di ayat 37.

Orang Samaria itu menolong siapa?

Ia menolong seseorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, lalu dirampok, dipukul, dan ditinggalkan setengah mati oleh penyamun. Ia membalut lukanya, membawanya ke penginapan, dan membayar perawatannya.

Berapa tokoh dalam perumpamaan ini?

Dalam cerita Yesus ada orang yang dirampok, para penyamun, seorang imam, seorang Lewi, seorang Samaria, dan pemilik penginapan. Di luar cerita itu ada Yesus dan ahli Taurat yang bertanya kepada-Nya.

Mengapa imam dan orang Lewi tidak menolong?

Lukas tidak menyebut alasannya; ia hanya mencatat bahwa keduanya melihat lalu melewati dari seberang jalan. Paus Fransiskus menekankan bahwa Hukum Tuhan mewajibkan mereka menolong, tetapi keduanya lewat tanpa berhenti.

Apa nama perumpamaan ini dalam bahasa Inggris?

Dalam bahasa Inggris, perumpamaan ini dikenal sebagai the Good Samaritan. Sebutan baik hati sendiri tidak ada dalam teks Lukas; itu judul tradisional yang dipakai Gereja dan umat.

Konteks & sumber

Alkitab Deuterokanonika: Luk 10:25-37

Luk 10:25-37

Kutipan Kitab Suci diambil dari Alkitab Deuterokanonika: Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab Indonesia 1974, kitab Deuterokanonika © Lembaga Biblika Indonesia 1976.

General Audience of 27 April 2016: 16. Go and do likewise (cf Lk 10, 25-37)

Diterbitkan di www.vatican.va

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Fratelli tutti (3 October 2020)

Diterbitkan di www.vatican.va

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Scripture Meditation: Pope Francis and the Parable of the Good Samaritan

Diterbitkan di www.usccb.org

Dirujuk sebagai sumber Gereja; teks sumber tetap milik penerbitnya.

Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin