Santo & Santavatican.vaDiperingati 27 Agustus2 menit baca

Santa Monika: Ibu yang Tak Pernah Berhenti Mendoakan Anaknya

Kisah Santa Monika dari Tagaste, ibu Santo Agustinus, yang menghidupi iman di tengah keluarganya dan dengan sabar terus mendoakan anaknya hingga Agustinus kembali kepada Kristus.

Ilustrasi bergaya gouache menampilkan seorang perempuan paruh baya berkerudung putih duduk berdoa di ruang rumah batu; jendela lengkung menghadap laut, sementara lampu tanah liat dan kendi berada di meja kayu.
Ilustrasi Santa Monika

Santa Monika dikenal sebagai ibu Santo Agustinus. Namun kisahnya bukan sekadar latar bagi pertobatan anaknya yang terkenal. Ia sendiri adalah perempuan yang menghidupi iman di tengah keluarga, lalu bertahan dalam doa ketika anak yang ia kasihi menjauh dari Tuhan.

Monika lahir dalam keluarga Kristen di Tagaste. Ia menjalani panggilannya sebagai istri dan ibu dengan teladan. Menurut Paus Benediktus XVI, Monika membantu suaminya, Patricius, menemukan keindahan iman kepada Kristus dan kekuatan kasih Injil, yaitu kasih yang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Sumber tidak menceritakan bagaimana persisnya hal itu terjadi.

Patricius meninggal pada usia yang belum tua. Sejak itu Monika dengan berani mengabdikan diri merawat ketiga anaknya. Salah satunya Agustinus. Dalam Pengakuan-Pengakuan, Agustinus mengenang bahwa ia sudah mengenal nama Yesus sejak masih menyusu pada ibunya, dan Monika membesarkannya dalam iman Kristen.

Ilustrasi: seorang ibu muda berkerudung sederhana duduk di rumah batu sambil menggendong bayi, diterangi api perapian kecil.
Monika membesarkan Agustinus dalam iman Kristen sejak ia masih bayi. · Ilustrasi

Namun Agustinus tumbuh dengan watak yang agak memberontak. Ia sendiri mengaku bahwa pada masa mudanya ia mengejar keindahan duniawi dengan sikap egois dan ingin menguasai, sehingga sangat menyakiti hati ibunya. Ia hidup jauh dari iman, secara rohani maupun moral. Meski begitu, menurut kesaksiannya, ajaran yang ditanamkan ibunya tetap membekas.

Monika tidak menyerah. Ia terus mendoakan Agustinus dan pertobatannya dalam perjuangan rohani yang panjang, penuh doa dan air mata. Paus Benediktus XVI mencatat bahwa Uskup Tagaste pernah meyakinkan Monika bahwa anak yang ditangisi dengan begitu banyak air mata tidak akan binasa; nama uskup itu tidak disebutkan. Kelak Agustinus berkata bahwa ibunya melahirkannya dua kali, dan kelahiran kedua itu terjadi lewat doa dan air mata tersebut.

Ilustrasi: seorang perempuan paruh baya berkerudung menunduk dengan tangan terkatup, mendengarkan seorang uskup tua yang berbicara lembut di ruang gereja sederhana.
Uskup Tagaste meyakinkan Monika bahwa anak yang ditangisinya dengan begitu banyak air mata tidak akan binasa. · Ilustrasi

Perubahan itu tidak datang seketika. Melalui perjalanan yang berat, dan juga berkat doa-doa ibunya, Agustinus makin terbuka pada kebenaran dan kasih. Ia akhirnya bertobat di Milan di bawah bimbingan Uskup Santo Ambrosius. Monika mendapat penghiburan yang lama ia nantikan: anaknya kembali kepada iman, menerima Pembaptisan, dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani Kristus.

Dalam ingatan Agustinus, percakapan rohani terakhir mereka berlangsung di sebuah rumah di Ostia, ketika mereka menunggu kapal yang akan berlayar ke Afrika. Saat itu Monika sudah menjadi lebih dari seorang ibu baginya; ia menjadi sumber kekristenannya. Monika wafat dalam usia 56 tahun. Sebelumnya ia meminta Agustinus tidak merepotkan diri soal pemakamannya, tetapi mengingatnya di altar Tuhan di mana pun ia berada.

Ilustrasi: seorang perempuan tua berkerudung duduk di bangku dekat jendela lengkung, berbicara dengan putranya yang dewasa di sebuah rumah sederhana.
Di sebuah rumah di Ostia, Monika dan Agustinus bercakap tentang hal-hal rohani untuk terakhir kalinya. · Ilustrasi

Gereja merayakan peringatan Santa Monika dan memandangnya sebagai teladan serta pelindung para ibu Kristen. Keteladanannya tampak dalam kesetiaan sehari-hari: menghidupi iman di rumah, merawat anak-anaknya, dan terus berdoa ketika jawaban Tuhan belum terlihat.

Status Gereja
Santa; dirayakan dalam peringatan liturgis dan dipandang sebagai teladan serta pelindung para ibu Kristen
Tempat lahir
Tagaste, dalam keluarga Kristen
Keluarga
Istri Patricius dan ibu tiga anak, termasuk Santo Agustinus
Wafat
27 Agustus 387, dalam usia 56 tahun, menurut Angelus Paus Benediktus XVI (tanggal perlu tinjauan sumber)
Peristiwa terakhir bersama Agustinus
Percakapan rohani di sebuah rumah di Ostia saat menunggu kapal ke Afrika, menurut kesaksian Agustinus

Bawa kisah ini dalam doamu.

Konteks & sumber

Takhta Suci (vatican.va): Angelus, 30 August 2009

Angelus 30 Agustus 2009, paragraf pembuka

Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Takhta Suci (vatican.va): Angelus, 27 August 2006 - Castel Gandolfo

Angelus 27 Agustus 2006, paragraf pembuka; Angelus 27 Agustus 2006, paragraf tentang Agustinus

Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin