Santo & Santavatican.vaDiperingati 29 Juni3 menit baca

Santo Paulus Rasul: Perjumpaan di Jalan Damsyik yang Membalikkan Arah Hidup

Kisah Santo Paulus Rasul, seorang penganiaya pengikut Yesus yang berubah arah hidup setelah berjumpa dengan Kristus yang bangkit di jalan menuju Damsyik.

Ilustrasi gouache Ananias meletakkan tangan pada kepala Saulus yang duduk berdoa di ruangan sederhana.
Ilustrasi Santo Paulus Rasul

Paulus sangat yakin bahwa ia sedang membela Allah. Dalam pembelaannya yang dicatat Kisah Para Rasul, ia menyebut dirinya orang Yahudi kelahiran Tarsus di Kilikia. Ia dibesarkan di Yerusalem, dididik dengan ketat dalam hukum leluhur di bawah Gamaliel, dan giat bagi Allah. Kini Gereja menghormatinya sebagai santo dan rasul, bahkan merayakan pesta khusus untuk pertobatannya.

Namun semangat itu membuatnya memburu para pengikut Yesus, yang waktu itu disebut pengikut Jalan Tuhan. Paulus sendiri mengakui bahwa ia menganiaya mereka sampai mati. Ia mengikat laki-laki dan perempuan, lalu menyerahkan mereka ke penjara. Menurut Kisah Para Rasul 9, Saulus, nama yang dipakai kisah itu untuknya, meminta surat kuasa dari Imam Besar untuk rumah-rumah ibadat di Damsyik. Ia ingin membawa para pengikut Jalan Tuhan dari sana ke Yerusalem dalam keadaan terbelenggu.

Perjalanan ke Damsyik justru menjadi titik balik hidupnya. Benediktus XVI memperkirakan peristiwa ini terjadi pada awal tahun 30-an abad pertama. Kisah Para Rasul menuturkan bahwa ketika Saulus mendekati kota itu, cahaya dari langit tiba-tiba memancar di sekelilingnya. Ia jatuh ke tanah dan mendengar suara yang menanyakan mengapa ia menganiaya-Nya. Suara itu memperkenalkan diri sebagai Yesus, yang sedang ia aniaya.

Dalam surat-suratnya, Paulus tidak menceritakan kejadian itu secara rinci. Ia cukup bersaksi bahwa Kristus yang bangkit juga menampakkan diri kepadanya. Benediktus XVI menafsirkan intinya begini: Paulus diubah bukan oleh sebuah gagasan, melainkan oleh sebuah peristiwa, yaitu kehadiran Kristus yang bangkit. Sejak itu, apa yang dahulu menjadi cita-cita terbesarnya ia anggap sebagai kerugian.

Perubahan itu tidak selesai dalam sekejap. Saulus bangun, tetapi tidak dapat melihat, sehingga teman-temannya menuntunnya ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia buta, tidak makan dan tidak minum. Menurut kisah itu, ia sedang berdoa ketika Tuhan mengutus Ananias, seorang murid di Damsyik, kepadanya.

Ananias ragu. Ia sudah mendengar tentang kejahatan Saulus terhadap umat di Yerusalem. Tetapi Tuhan menyebut Saulus alat pilihan-Nya untuk membawa nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain, raja-raja, dan orang Israel. Tuhan juga menyatakan bahwa Saulus akan menderita demi nama-Nya. Ananias kemudian menumpangkan tangan atas Saulus dan menyapanya sebagai saudara. Saulus dapat melihat kembali, lalu dibaptis.

Benediktus XVI memandang pembaptisan itu sebagai jawaban ya yang definitif dari Saulus kepada Kristus. Ia juga menekankan bahwa walaupun Paulus berjumpa langsung dengan Sang Bangkit, ia tetap harus masuk dalam persekutuan Gereja, dibaptis, dan hidup selaras dengan para rasul lain.

Akibatnya segera tampak. Setelah beberapa hari tinggal bersama para murid di Damsyik, Saulus mulai mewartakan di rumah-rumah ibadat bahwa Yesus adalah Anak Allah. Orang-orang yang mendengarnya heran, sebab mereka tahu ia dahulu menganiaya orang yang berseru kepada nama itu. Orang yang datang untuk membelenggu kini memberi kesaksian.

Menurut Benediktus XVI, Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus sepakat bahwa Kristus yang bangkit memanggilnya menjadi rasul dan saksi kebangkitan. Tugas khususnya adalah mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa lain di dunia Yunani-Romawi. Paulus sendiri menjadikan perjumpaan dengan Sang Bangkit itu dasar kerasulan dan hidup barunya.

Status Gereja
Santo dan rasul; Gereja merayakan Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul, dalam kalender liturgi.
Asal
Orang Yahudi kelahiran Tarsus di Kilikia, dibesarkan di Yerusalem.
Pendidikan
Dididik dengan ketat dalam hukum leluhur di bawah Gamaliel, menurut kesaksiannya dalam Kisah Para Rasul.
Titik balik
Perjumpaan di jalan menuju Damsyik, diperkirakan Benediktus XVI terjadi pada awal tahun 30-an abad pertama.
Perutusan
Rasul dan saksi kebangkitan dengan tugas khusus mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa lain.

Bawa kisah ini dalam doamu.

Konteks & sumber

Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 3 September 2008: Saint Paul (3). St Paul's "Conversion"

Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf pembuka; Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf tentang kisah Lukas; Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf pembuka (merujuk Flp 3:7-8); Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf tentang surat-surat Paulus (1 Kor 15:8); Audiensi Umum 3 September 2008, kutipan Gal 1:15-17; Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf tentang kesesuaian dua jenis sumber; Audiensi Umum 3 September 2008, paragraf yang sama

Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

United States Conference of Catholic Bishops: Feast of the Conversion of Saint Paul, Apostle | USCCB

Judul halaman bacaan harian 25 Januari 2021; Reading I, Acts 22:3; Reading I, Acts 22:4; Alternative Reading I, Acts 9:1-2; Alternative Reading I, Acts 9:3-5; Alternative Reading I, Acts 9:8-9; Alternative Reading I, Acts 9:11; Alternative Reading I, Acts 9:13; Alternative Reading I, Acts 9:15-16; Alternative Reading I, Acts 9:17-19; Alternative Reading I, Acts 9:19-21

Official bishops-conference source from usccb.org, supplied in the approved brief. Hak cipta USCCB; parafrase dan tautan. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin