Santo & Santavatican.vaDiperingati 15 Oktober2 menit baca

Santa Teresa dari Avila: Ketika Doa Menjadi Persahabatan dengan Allah

Kisah Santa Teresa dari Avila, biarawati Karmel yang lama bergulat dengan kelemahannya, tersentuh oleh patung Kristus yang terluka, lalu menghayati doa sebagai persahabatan dengan Allah.

Ilustrasi gouache seorang biarawati Karmel dewasa berjubah cokelat dan berkerudung putih, berdiri dengan tangan terkatup di ruang biara berdinding putih sambil memandang patung kayu Kristus yang terluka.
Ilustrasi Santa Teresa dari Avila

Sejak kecil, Teresa ingin melihat Allah. Ia lahir di Avila, Spanyol, pada 1515 dengan nama Teresa de Cepeda y Ahumada. Dalam otobiografinya ia mengenang bahwa sebelum berusia sembilan tahun ia membaca kisah para martir. Kerinduannya untuk menjadi martir begitu besar sehingga ia sempat pergi sebentar dari rumah.

Ilustrasi: Teresa kecil melangkah dari rumah keluarganya di Avila pada pagi hari.
Kerinduan Teresa kecil untuk menjadi martir membuatnya sempat pergi sebentar dari rumah. · Ilustrasi

Masa remajanya tidak selalu searah dengan kerinduan itu. Bacaan duniawi sempat menyeretnya pada berbagai gangguan hidup duniawi. Namun, saat belajar bersama para suster Agustinian dan membaca buku rohani, terutama karya spiritualitas Fransiskan, ia mulai mengenal keheningan batin dan doa. Pada usia 20 tahun ia masuk Biara Karmel Inkarnasi di Avila dan memakai nama Teresa dari Yesus.

Masuk biara tidak langsung mengakhiri pergulatannya. Tiga tahun kemudian Teresa sakit parah sampai koma selama empat hari. Dalam tulisannya, ia memandang perjuangan melawan sakit itu juga sebagai perjuangan melawan kelemahannya sendiri dan penolakannya terhadap panggilan Allah. Ia mengakui dengan jujur bahwa ia berkali-kali meninggalkan Tuhan, padahal Tuhan berkali-kali membawanya kembali.

Ilustrasi: Teresa dari Avila muda beristirahat tenang di ranjang sel biara.
Tiga tahun setelah masuk biara, Teresa sakit parah hingga koma selama empat hari. · Ilustrasi

Pergulatan itu mencapai puncaknya pada Masa Prapaskah 1554, masa tobat menjelang Paskah, ketika Teresa berusia 39 tahun. Pada saat itu ia menemukan, tanpa direncanakan, sebuah patung Kristus yang sangat terluka. Sumber tidak menceritakan rincian peristiwanya, tetapi perjumpaan itu meninggalkan bekas yang dalam pada hidupnya.

Pada masa yang sama, Teresa merasa sangat sejiwa dengan Santo Agustinus melalui bukunya, Pengakuan-pengakuan. Dalam otobiografinya ia juga menuliskan pengalaman ketika kehadiran Allah datang tanpa disangka, sehingga ia tidak lagi meragukan bahwa Allah ada di dalam dirinya. Sumber tidak memastikan apakah pengalaman ini terjadi bersamaan dengan perjumpaan di depan patung itu.

Ilustrasi: Teresa dari Avila membaca buku bersampul kulit di dekat jendela biara.
Pada masa itu Teresa merasa sangat sejiwa dengan Santo Agustinus melalui Pengakuan-pengakuan. · Ilustrasi

Bagi Teresa, berdoa berarti bersahabat dengan Allah: sering berbicara secara pribadi dengan Dia yang kita tahu mengasihi kita. Paus Benediktus XVI menjelaskan bahwa persahabatan ini tidak dimulai oleh manusia, sebab Allah lebih dahulu menawarkannya. Karena hidup Kristiani baginya adalah relasi pribadi dengan Yesus, Teresa menekankan renungan tentang Sengsara Kristus dan Ekaristi.

Seiring pertumbuhan batinnya, Teresa mulai memperbarui Ordo Karmel secara nyata. Pada 1562, dengan dukungan uskup Avila, ia mendirikan Karmel pembaruan pertama di kota itu. Sesudahnya ia terus mendirikan biara-biara Karmel baru, seluruhnya berjumlah 17.

Teresa wafat pada malam 15 Oktober 1582 di Alba de Tormes, ketika masih bepergian untuk karya pendirian biara. Paus Paulus V membeatifikasinya pada 1614, dan Paus Gregorius XV mengkanonisasinya pada 1622. Pada 1970 Paus Paulus VI menyatakannya Pujangga Gereja.

Ilustrasi: Teresa dari Avila lanjut usia beristirahat dengan damai di sel biara pada malam hari.
Teresa wafat pada malam 15 Oktober 1582 di Alba de Tormes, saat masih bepergian untuk mendirikan biara. · Ilustrasi
Lahir
Avila, Spanyol, 1515, dengan nama Teresa de Cepeda y Ahumada
Nama religius
Teresa dari Yesus, sejak masuk Biara Karmel Inkarnasi di Avila pada usia 20 tahun
Titik balik
Masa Prapaskah 1554, pada usia 39 tahun
Karmel pembaruan pertama
Avila, 1562; seluruhnya 17 biara didirikan
Wafat
Malam 15 Oktober 1582, Alba de Tormes
Status Gereja
Beato 1614, Santa 1622, Pujangga Gereja 1970

Bawa kisah ini dalam doamu.

Konteks & sumber

Takhta Suci (vatican.va): General Audience of 2 February 2011: Saint Teresa of Avila

Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf tentang akhir hidup dan pengakuan Gereja; Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf biografis pertama; Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf masa kecil (merujuk Vida 1, 4); Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf masa remaja; Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf masa remaja (lanjutan); Audiensi Umum Benediktus XVI, 2 Februari 2011, paragraf masuk biara; Audiensi Umum Benedik

Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Curia Generalizia dei Carmelitani (Order of Carmelites): Carmelites | Carmelitani | Carmelitas :: O.Carm :: Saint Teresa of Avila

ocarm.org, artikel 13 Oktober 2026 'St. Teresa of Jesus and Some of Her Insights', daftar kutipan

Official religious-order source from ocarm.org, supplied in the approved brief. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin