Santo Stefanus, Martir Pertama: Pelayan yang Mengampuni
Kisah Santo Stefanus, martir pertama, yang dipilih untuk melayani orang miskin di jemaat Yerusalem, berani bersaksi tentang Kristus, dan wafat sambil mengampuni para pembunuhnya.

Di jemaat Kristen pertama di Yerusalem, muncul masalah yang sangat sehari-hari. Menurut uraian Paus Benediktus XVI atas Kisah Para Rasul, orang-orang termiskin di antara kelompok berbahasa Yunani yang disebut Helenis, terutama para janda yang tidak punya penopang, berisiko terlewat dalam pembagian makanan harian.
Para Rasul mengajak para murid memilih tujuh orang untuk mengurus pelayanan sosial dan karitatif itu. Nama pertama yang disebut adalah Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus. Para Rasul berdoa, lalu menumpangkan tangan atas mereka. Liturgi Gereja kemudian menyebut Stefanus diakon, meskipun Kisah Para Rasul sendiri tidak memakai istilah itu untuk kelompok tujuh ini.
Tugasnya terdengar sederhana: memastikan orang yang paling lemah tidak dilupakan. Namun, Paus Fransiskus melihat di situlah kesaksian pertama Stefanus. Sebelum dikenal lewat kata-katanya, ia sudah bersaksi tentang Kristus melalui kasih saat melayani mereka yang paling membutuhkan.
Pelayanannya tidak berhenti pada urusan makanan. Stefanus juga mewartakan Injil di antara orang Helenis dan membaca ulang Perjanjian Lama dalam terang wafat dan kebangkitan Kristus. Pewartaan itu memancing perlawanan. Sebagian orang menganggap kata-katanya hujat. Ia pun dibawa ke hadapan Mahkamah Agama dan dituduh oleh saksi-saksi palsu.
Stefanus tidak membiarkan dirinya ditakut-takuti oleh ancaman para penganiayanya, bahkan ketika keadaan makin buruk baginya. Ia menyampaikan pidato yang tercatat sebagai pidato terpanjang dalam Kisah Para Rasul, menelusuri sejarah keselamatan. Lalu ia memberi kesaksian: ia memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, serta Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Ia dihukum rajam. Menurut uraian Paus Benediktus XVI, pada saat-saat terakhir Stefanus berlutut dan mengambil doa Yesus di salib: ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan mengampuni musuh-musuhnya. Ia wafat seperti Sang Guru, sambil mendoakan orang-orang yang membunuhnya.
Di antara yang hadir ada seorang pemuda bernama Saulus. Para perajam meletakkan jubah mereka di dekat kakinya, dan ia menyetujui pembunuhan itu. Kelak Saulus menjadi Rasul Paulus. Kematian Stefanus memicu penganiayaan pertama terhadap para murid di Yerusalem. Mereka tercerai-berai, tetapi justru mewartakan Injil ke mana pun mereka pergi. Penganiayaan itu berubah menjadi misi.
Bagi Paus Benediktus XVI, kisah Stefanus menunjukkan bahwa kasih dan pewartaan iman selalu berjalan bersama. Stefanus dipilih terutama untuk melayani, tetapi kasihnya tidak dapat dipisahkan dari imannya kepada Kristus. Setiap tahun, sehari setelah Natal, Gereja merayakan pesta Santo Stefanus, martir pertama.
- Status Gereja
- Santo; dirayakan sebagai diakon dan martir pertama menurut sumber Takhta Suci
- Pesta
- Sehari setelah Hari Raya Natal (26 Desember)
- Tugas pelayanan
- Salah satu dari tujuh orang yang dipilih untuk pelayanan sosial dan karitatif di jemaat Yerusalem
- Saksi kemartirannya
- Saulus, yang kelak menjadi Rasul Paulus, hadir dan menyetujui pembunuhannya
- Dampak
- Kematiannya memicu penganiayaan pertama di Yerusalem, dan para murid yang tercerai-berai mewartakan Injil
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf ketiga; Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf kelima; Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf keenam; Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf tentang Saulus; Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf ketujuh; Audiensi Umum 10 Januari 2007, paragraf penutup katekese
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Angelus 26 Desember 2006, paragraf pembuka; Angelus 26 Desember 2006, paragraf kedua
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Angelus 26 Desember 2012, paragraf pembuka; Angelus 26 Desember 2012, paragraf kedua
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Vatican News, bagian 'A young man filled with the Holy Spirit'; Vatican News, bagian 'Martyrdom and prayer for his persecutors'
Official holy-see source from vaticannews.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Dikasteri Komunikasi; parafrase dan tautan. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Angelus 26 Desember 2022, paragraf tentang figur Santo Stefanus; Angelus 26 Desember 2022, paragraf tentang dimensi kedua kesaksian
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


