Santo Andreas Kim Tae-gon: Imam Muda Korea yang Berani Mencari Umatnya
Kisah Santo Andreas Kim Tae-gon, imam pribumi pertama Korea, yang diam-diam mencari dan melayani umat yang tercerai-berai di masa penganiayaan hingga wafat sebagai martir muda.

Bagaimana iman bisa bertahan di negeri yang tidak punya imam? Di Korea, iman Katolik mula-mula diteruskan oleh kaum awam yang sudah dibaptis, karena memang belum ada imam di sana. Sekitar dua ratus tahun lalu, orang Kristen di negeri itu dianiaya dengan sangat keras. Menjadi Kristen adalah hal terlarang.
Andreas Kim Tae-gon tumbuh di tengah ancaman itu. Penganiayaan pada masa Dinasti Joseon bahkan tidak menyayangkan keluarga umat Katolik yang dihukum mati. Kakek dan ayah Andreas menjadi martir, sedangkan ibunya terpaksa hidup sebagai pengemis. Dari keluarga yang terluka inilah kelak lahir imam pribumi pertama Korea.
Jalan menuju imamat tidak mudah. Ketika masih seminaris, Andreas harus mencari cara untuk menyambut secara rahasia para misionaris dari luar negeri, sebab penguasa saat itu melarang keras semua orang asing masuk ke Korea. Ia membantu para imam misionaris yang masuk diam-diam untuk melayani umat. Ia juga belajar teologi di Makau, lalu ditahbiskan imam di sebuah katedral di Shanghai pada 1845.

Paus Fransiskus pernah menceritakan satu pengalaman dalam perjalanannya. Suatu kali Andreas berjalan sangat lama di salju tanpa makan, sampai jatuh kelelahan dan hampir membeku. Menurut kisah itu, ia lalu mendengar suara yang menyuruhnya bangun dan terus berjalan. Sumber tidak menjelaskan asal cerita ini. Paus memaknainya sebagai saat Andreas menyadari bahwa dalam bersaksi tentang Injil ia tidak sendirian, dan Tuhan tidak akan meninggalkannya.
Sebagai imam, Andreas menghadapi tugas yang berbahaya. Umatnya tercerai-berai, dan banyak yang terpaksa merahasiakan identitas mereka karena takut ditangkap. Andreas tidak menunggu keadaan menjadi aman. Di tengah penganiayaan yang keras, ia dengan berani pergi mencari mereka.

Caranya sederhana sekaligus hati-hati. Ia menemui umat secara diam-diam, selalu di tengah orang lain, seolah-olah mereka sudah lama mengobrol biasa. Lebih dulu ada tanda pengenal yang sudah disepakati. Karena orang lain ikut memperhatikan, ia hanya bisa berbicara pelan dengan sedikit kata, yang paling penting saja: apakah lawan bicaranya murid Yesus.
Kesetiaan itu akhirnya menuntut seluruh hidupnya. Sumber yang tersedia tidak menceritakan bagaimana ia ditangkap. Menurut laporan Vatican News, para penyidik menanyainya apakah ia seorang Katolik. Imam berusia 25 tahun itu dengan tegas mengakui bahwa ia Katolik, dan jawaban itu membuatnya kehilangan nyawa. Ia dipenggal pada 16 September 1846, hanya 13 bulan setelah tahbisannya, di tempat yang kini menjadi Tempat Ziarah Martir Saenamteo di Seoul.

Paus Fransiskus melihat kemartiran itu sebagai buah ketekunannya mengikuti Kristus dan melayani umatnya. Pada 6 Mei 1984 di Seoul, Paus Yohanes Paulus II menyatakan Andreas sebagai santo bersama para martir Korea lainnya, seluruhnya 103 orang, termasuk 15 perempuan. Gereja merayakan pesta mereka setiap 20 September.
- Lahir
- 21 Agustus 1821
- Rumah masa kecil
- Rumah tempat ia lahir dan menghabiskan masa kecil kini menjadi Tempat Ziarah Solmoe.
- Tahbisan imam
- 1845, di sebuah katedral di Shanghai
- Wafat
- 16 September 1846, dipenggal di tempat yang kini menjadi Tempat Ziarah Martir Saenamteo, Seoul
- Kanonisasi
- 6 Mei 1984 di Seoul oleh Paus Yohanes Paulus II, bersama 103 martir Korea
- Pesta
- 20 September
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Audiensi Umum 24 Mei 2023 (EN), Summary of the Holy Father's words; Audiensi Umum 24 Mei 2023 (EN), katekese, paragraf pembuka; Audiensi Umum 24 Mei 2023 (EN), katekese, aspek pertama; Audiensi Umum 24 Mei 2023 (EN), katekese, contoh konkret kedua; Audiensi Umum 24 Mei 2023 (EN), katekese, aspek konkret pertama
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Audiensi peziarah Korea, 16 September 2023, paragraf tentang biji gandum; Audiensi peziarah Korea, 16 September 2023, paragraf kunjungan 2014; Audiensi peziarah Korea, 16 September 2023, paragraf tentang semangat mewartakan Injil; Audiensi peziarah Korea, 16 September 2023, paragraf 'apostles of peace'
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Vatican News, 21 Agustus 2021, paragraf 'A martyr of faith'; Vatican News, 21 Agustus 2021, ringkasan artikel
Official holy-see source from vaticannews.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Dikasteri Komunikasi; parafrase dan tautan. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


