Santo Benediktus dari Nursia: Meninggalkan Roma untuk Mencari Allah
Kisah Santo Benediktus dari Nursia, pemuda yang meninggalkan studinya di Roma, bergulat dengan godaan dalam kesendirian di Subiaco, lalu mendirikan biara dan menjadi Pendiri hidup monastik Barat.

Benediktus lahir sekitar tahun 480 di wilayah Nursia, yang kini dikenal sebagai Norcia. Orang tuanya cukup berada, lalu mengirimnya belajar ke Roma. Namun di kota itu, anak muda ini justru mengambil keputusan yang mengubah arah hidupnya.

Kisah hidupnya terutama dikenal dari buku kedua Dialogi karya Santo Gregorius Agung. Buku itu bukan biografi dalam arti biasa; Gregorius ingin menunjukkan bagaimana Allah hadir dan bertindak dalam hidup manusia. Menurut Gregorius, Benediktus muda tidak betah melihat gaya hidup bebas banyak teman studinya dan tidak mau jatuh dalam kesalahan yang sama. Ia hanya ingin menyenangkan Allah. Paus Benediktus XVI menilai penjelasan ini sangat masuk akal.
Sebelum studinya selesai, Benediktus meninggalkan Roma dan menyepi di pegunungan sebelah timur kota itu. Ia sempat tinggal sebentar bersama sebuah komunitas biarawan di desa Enfide, yang kini bernama Affile. Lalu ia pindah ke Subiaco di dekatnya dan menjadi pertapa. Selama tiga tahun ia hidup sendirian di sebuah gua. Sejak awal Abad Pertengahan, gua itu menjadi inti biara Benediktin yang disebut Sacro Speco, artinya Gua Suci.

Kesendirian di gua itu tidak membebaskannya dari pergulatan. Dalam audiensi umum tahun 2008, Paus Benediktus XVI menafsirkan masa Subiaco sebagai waktu sendirian bersama Allah sekaligus masa pematangan. Menurut Paus, di sana Benediktus menanggung dan mengatasi tiga godaan dasar setiap manusia: keinginan menonjolkan diri dan menjadi pusat, godaan sensualitas, serta amarah dan dorongan membalas dendam. Sumber ini tidak merinci bagaimana pergulatan itu terjadi.
Gregorius menggambarkan seluruh hidup Benediktus diresapi doa, yang menjadi dasar keberadaannya. Paus Benediktus XVI menjelaskan bahwa Benediktus yakin ia baru dapat memberi kata yang berguna bagi orang lain yang sedang kesulitan setelah mengatasi godaan-godaan itu. Dengan jiwa yang sudah ditenangkan, ia mampu menguasai dorongan egonya dan menciptakan damai di sekitarnya.
Baru setelah itu ia memutuskan mendirikan biara-biara pertamanya di Lembah Anio, dekat Subiaco. Pada tahun 529 ia meninggalkan Subiaco dan menetap di Monte Cassino. Menurut Paus Benediktus XVI, kepindahan itu terjadi karena ia telah memasuki tahap baru kematangan batin dan pengalaman monastik. Dalam Regula, aturan hidup bagi para biarawan, Benediktus mengajarkan bahwa doa pertama-tama berarti mendengarkan, lalu diwujudkan dalam tindakan.
Benediktus wafat pada 21 Maret 547. Ia mewariskan Regula dan keluarga Benediktin yang didirikannya, warisan yang terus berbuah di seluruh dunia. Pada 24 Oktober 1964, Paus Paulus VI menyatakannya Pelindung Eropa untuk mengakui karya Regula-nya bagi pembentukan peradaban dan budaya Eropa. Gereja menghormatinya sebagai santo dan Pendiri hidup monastik Barat.
- Lahir
- Sekitar tahun 480 (perkiraan), wilayah Nursia (Norcia)
- Wafat
- 21 Maret 547
- Masa di Subiaco
- Hidup sendirian selama tiga tahun di gua yang kini menjadi biara Sacro Speco (Gua Suci)
- Pindah ke Monte Cassino
- Tahun 529
- Sumber utama kisah hidupnya
- Buku kedua Dialogi karya Santo Gregorius Agung, yang bukan biografi dalam arti klasik
- Pelindung Eropa
- Dinyatakan oleh Paus Paulus VI pada 24 Oktober 1964
- Status
- Santo; Pendiri hidup monastik Barat
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Audiensi Umum 9 April 2008, judul dan kalimat pembuka; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang sumber hidup Benediktus; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang masa muda; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang Subiaco; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang Monte Cassino; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang doa dan Regula; Audiensi Umum 9 April 2008, paragraf tentang Pelindung Eropa
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


