Santo Yohanes Bosco (Don Bosco): Imam yang Hadir bagi Anak Muda dari Jalanan
Kisah Santo Yohanes Bosco, imam yang mendampingi anak-anak laki-laki dari jalanan melalui oratorium, sekolah, dan tempat kerja, sehingga iman dan masa depan mereka tumbuh bersama.

Perhatian Yohanes Bosco tertuju pada anak-anak laki-laki dari jalanan. Imam yang lebih dikenal sebagai Don Bosco ini tidak hanya memikirkan mereka dari jauh. Ia mendekati mereka dan berusaha menyiapkan mereka untuk bekerja. Sumber Gereja yang dipakai di sini tidak merinci kota tempat mereka tinggal atau keadaan hidup mereka, tetapi pilihannya jelas: hadir bagi anak-anak itu.

Arah hidupnya terangkum dalam semboyan Latin Da mihi animas, cetera tolle, yang berarti berilah aku jiwa-jiwa, ambillah yang lain. Dari semboyan itu tampak apa yang ia utamakan: jiwa-jiwa, bukan hal-hal lain. Ia memperkuat semboyan itu dengan dua unsur yang sangat membumi, yaitu kerja dan pengendalian diri.
Langkah pertamanya adalah oratorium. Sumber yang tersedia tidak menceritakan bagaimana oratorium itu dimulai, tetapi menyebut arah perkembangannya: sesudah oratorium, Don Bosco melanjutkan karyanya lewat sekolah dan tempat kerja. Tujuannya konkret. Anak-anak yang tadinya hidup di jalanan disiapkan untuk bekerja.
Dari karya itu lahir banyak sekolah kejuruan. Di sana anak-anak muda dapat bekerja sambil dididik dalam nilai-nilai manusiawi dan kristiani. Dalam warisan Don Bosco yang dijalankan para Salesian, keduanya tidak terpisah: mewartakan iman kepada kaum muda berjalan bersama upaya mendidik mereka agar tumbuh sebagai manusia.

Cara ia mendampingi juga diingat. Don Bosco mewariskan pengalamannya dan apa yang disebut sistem preventif. Sumber yang dipakai di sini hanya menyebut namanya, tanpa menjelaskan isinya. Yang lebih jelas adalah sikapnya: kelembutan yang ia sebut kasih sayang, bahasa hati untuk mendekati anak muda dan bersahabat dengan mereka.
Hidupnya pun sederhana. Paus Fransiskus menyebut kemiskinan Don Bosco, bersama kemiskinan Mamma Margherita, sebagai inspirasi bagi para Salesian untuk hidup bersahaja, berpegang pada hal-hal pokok, dan dekat dengan orang miskin.

Paus Fransiskus juga memandang karya pendidikan seperti ini sebagai karya belas kasih, yaitu mengajar orang yang belum tahu. Menurutnya, para perintis pendidikan semacam itu memulihkan martabat banyak orang dengan kerja biasa dan sarana yang sedikit, dan pendidikan menjadi cara khas untuk mewartakan Injil. Dalam audiensi lain, Paus menilai Don Bosco mampu membuat semua anak muda yang ia jumpai merasakan pelukan Allah, karena ia memberi mereka harapan, rumah, dan masa depan.
Karya itu tidak berhenti padanya. Don Bosco adalah pendiri Serikat Salesian Santo Yohanes Bosco dan mewariskan semangat kekeluargaan kepada komunitasnya. Para Salesian terus meneruskan karismanya. Gereja memperingatinya sebagai santo, dan Paus Fransiskus menyebutnya bapa dan guru kaum muda, seorang imam yang baik.

- Status Gereja
- Santo; peringatan liturgisnya dirayakan Gereja
- Dikenal sebagai
- Bapa dan guru kaum muda, seorang imam yang baik
- Semboyan
- Da mihi animas, cetera tolle (berilah aku jiwa-jiwa, ambillah yang lain), dilengkapi kerja dan pengendalian diri
- Karya utama
- Menyiapkan anak-anak laki-laki dari jalanan untuk bekerja melalui oratorium, lalu sekolah dan tempat kerja
- Pendiri
- Serikat Salesian Santo Yohanes Bosco
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Paragraf tentang para perintis pendidikan dan pendidikan yang berorientasi kerja; Paragraf tentang para perintis pendidikan, kalimat sesudah penyebutan Yohanes Bosco; Paragraf tentang para perintis pendidikan; Paragraf yang sama, sesudah penyebutan sekolah kejuruan
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Bagian akhir, sapaan khusus kepada kaum muda, lansia, orang sakit dan pengantin baru; Bagian akhir, sapaan khusus menjelang peringatan Santo Yohanes Bosco
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Paragraf kedua pidato kepada Kapitel Umum Salesian; Paragraf kedua, kalimat sesudah semboyan; Paragraf kedua, akhir bagian tentang pengendalian diri; Paragraf tentang evangelisasi dan pendidikan kaum muda; Paragraf tentang misi evangelisasi kaum muda; Paragraf tentang hidup berkomunitas; Paragraf penutup tentang dua abad kelahiran Don Bosco
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


