Salam Maria
Doa tradisi Gereja; teks Puji Syukur no. 14. · Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Berkati orang lain dengan membagikan doa ini.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com.
Salam Maria
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati. (Amin.)
Teks Latin
Ave Maria
Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum.
Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Jesus.
Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus,
nunc et in hora mortis nostrae. Amen.
Makna singkat
Doa ini menggemakan salam malaikat Gabriel dan Elisabet kepada Maria (Luk 1:28, 42) serta memuji Yesus, buah tubuhnya. Bagian kedua memohon Santa Maria, Bunda Allah, mendoakan kita yang berdosa, sekarang dan pada saat kematian.
Ujud & harapan
Umat mendoakan Salam Maria untuk menyerahkan diri dan orang lain ke dalam doa Bunda Maria, dalam suka maupun duka. Banyak orang mendoakannya bagi mereka yang sakit atau menjelang ajal, dengan harapan akan penyertaan Allah dan kedamaian di saat terakhir.
Kapan & cara berdoa
- Doakan kapan saja, sendiri atau bersama orang lain, dengan tenang dan perlahan.
- Awali dengan Tanda Salib bila mendoakannya secara khusus.
- Dalam rosario, doakan sepuluh kali dalam setiap peristiwa, sesudah Bapa Kami dan ditutup dengan Kemuliaan.
- Doakan juga sebagai bagian doa Malaikat Tuhan pada pagi, siang, dan petang hari.
- Bila didoakan bersama, satu orang dapat membawakan bagian pertama dan yang lain menjawab bagian kedua.
Asal-usul
Sejarah
Bagian pertama doa ini tersusun dari dua salam dalam Injil Lukas: salam malaikat Gabriel kepada Maria (Luk 1:28) dan salam Elisabet ketika Maria mengunjunginya (Luk 1:42). Katekismus Gereja Katolik (no. 2676–2677) menguraikan doa ini frasa demi frasa, termasuk permohonan penutupnya. [4]
Herbert Thurston, dalam Catholic Encyclopedia, menyimpulkan bahwa hampir tidak ada jejak Salam Maria sebagai rumusan devosi yang diterima sebelum sekitar tahun 1050. Dua naskah Anglo-Saxon, salah satunya mungkin berasal dari sekitar tahun 1030, sudah memuat kata-kata Gabriel dan Elisabet bersama-sama. [3]
Pada Abad Pertengahan, Salam Maria menjadi devosi yang tersebar luas. Santo Louis dari Prancis, misalnya, biasa berlutut dan mengulang-ulang doa ini. Karena kaitannya dengan doa Malaikat Tuhan, kata-kata Salam Maria juga sering diukir pada lonceng gereja. [3]
Sekitar tahun 1400, Dominikus dari Prusia menggabungkan 50 Salam Maria dengan frasa-frasa pendek tentang Yesus dan Maria. Bagian kedua doa ini ("Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami…") ditambahkan pada doa rosario pada abad ke-16. [5][6]
Sumber & versi
Teks: Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Puji Syukur no. 14. Diperiksa kata demi kata terhadap sumber pada 2026-10-30.
- Puji Syukur no. 14 — doa "Salam Maria"
Teks mengikuti Puji Syukur no. 14; diambil dari www.imankatolik.or.id
Teks doa © Konferensi Waligereja Indonesia (KWI); dikutip dengan atribusi dan tautan (keputusan pemilik K2, ADR 0067).
- Catholic Encyclopedia: Hail Mary
Diterbitkan New Advent (Catholic Encyclopedia, 1910)
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Catechism of the Catholic Church, nos. 2676–2677
Diterbitkan USCCB
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- St. Dominic and the Rosary
Diterbitkan Dominican Friars, Province of St. Joseph
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- Hail Mary (Ave Maria)
Diterbitkan EBSCO Research Starters
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
- The Legend of the Holy Rosary
Diterbitkan Dominican Sisters of Springfield, Illinois
Dirujuk sebagai sumber fakta; teks sumber tetap milik penerbitnya.
Boleh disalin dan dibagikan dengan mencantumkan lightofsaints.com. Hak salin