Santa Katarina dari Siena: Berani Jujur kepada Paus karena Cinta pada Gereja
Kisah Santa Katarina dari Siena, perempuan yang belajar membaca dengan susah payah, tumbuh dalam doa dan pelayanan kepada orang sakit, lalu dengan hormat mengajak para pemimpin Gereja, termasuk Paus, untuk setia pada tugas mereka.

Katarina tidak memulai hidupnya sebagai orang terpelajar. Ia belajar membaca dengan susah payah dan baru bisa menulis setelah dewasa. Meski begitu, perempuan dari Siena ini kelak berani mengajak para pemimpin Gereja, bahkan Paus, untuk setia pada tanggung jawab mereka.
Katarina lahir di Siena, Italia, pada tahun 1347 dalam keluarga yang sangat besar. Abad ke-14 adalah masa yang sulit. Gereja sedang bergumul, dan keadaan masyarakat di Italia serta Eropa pun penuh persoalan.
Saat berusia 16 tahun, Katarina masuk Ordo Ketiga Dominikan, yaitu cabang perempuan yang dikenal dengan nama Mantellate. Menurut Paus Benediktus XVI dalam sebuah audiensinya, langkah itu didorong oleh penglihatan akan Santo Dominikus.
Katarina tetap tinggal di rumah keluarganya. Di sana ia meneguhkan kaul keperawanan yang sudah ia ucapkan secara pribadi sejak remaja. Hari-harinya ia isi dengan doa, tobat dan karya kasih, terutama untuk orang-orang sakit.

Tidak semua orang menerima Katarina. Sebagian bahkan merasa ia tidak bisa dipercaya. Pada 1374, Kapitel Jenderal Dominikan, pertemuan para pemimpin ordo itu, memanggilnya ke Firenze untuk diperiksa. Mereka kemudian menunjuk Raymundus dari Capua, seorang biarawan yang terpelajar dan rendah hati, sebagai pembimbing rohaninya. Raymundus lalu menjadi bapa pengakuannya dan menulis biografi lengkap pertama tentang Katarina.
Kabar tentang kekudusan Katarina menyebar, dan ia membimbing banyak orang secara rohani: bangsawan dan politikus, seniman dan orang biasa, juga para biarawan dan biarawati. Salah satunya Paus Gregorius XI, yang pada masa itu tinggal di Avignon, bukan di Roma. Katarina mendesaknya dengan gigih agar kembali ke Roma, dan desakan itu berhasil.

Cara Katarina berbicara patut diperhatikan. Ia tahu para imam adalah manusia yang punya kelemahan. Namun ia selalu sangat menghormati mereka, sebab melalui sakramen dan sabda, mereka menyalurkan kuasa penyelamatan Darah Kristus. Hormat itu tidak membuatnya diam. Ia terus mengajak para pelayan tertahbis agar setia pada tanggung jawab mereka, termasuk Paus, yang ia sapa dengan sebutan penuh kasih yang mengaitkannya dengan Kristus di bumi.
Menurut Paus Benediktus XVI, yang mendorong Katarina hanyalah kasihnya yang mendalam dan tetap kepada Gereja. Kasih itu juga membuatnya banyak bepergian untuk mendorong pembaruan di dalam Gereja dan mengusahakan perdamaian antarnegara.
Katarina wafat di Roma pada tahun 1380. Dalam biografi yang ditulis Raymundus dan kemudian dikutip Paus Benediktus XVI, dicatat bahwa sebelum wafat Katarina menyatakan telah menyerahkan hidupnya di dalam dan bagi Gereja Kudus. Baginya, itu adalah rahmat yang sangat istimewa. Pada tahun 1461, Gereja mengkanonisasinya sebagai santa.

- Lahir
- Siena, Italia, 1347, dalam keluarga yang sangat besar
- Wafat
- Roma, 1380
- Keluarga rohani
- Ordo Ketiga Dominikan (Mantellate), dimasuki pada usia 16 tahun
- Karya tulis
- Dialog tentang Penyelenggaraan Ilahi, kumpulan surat (Epistolario), dan kumpulan doa
- Kanonisasi
- 1461
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf tentang penderitaan dan Raymundus dari Capua; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf pembuka biografi; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf pertama; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf tentang penderitaan; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf tentang ajaran Katarina; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf tentang air mata dan Darah Kristus; Audiensi Umum 24 November 2010, paragraf tentang pelayan tertahbis dan kasih kepada Gereja; Audiens
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


