Santa Maria Goretti: Gadis Muda yang Mengampuni Pembunuhnya
Kisah Santa Maria Goretti, gadis miskin dari Italia yang dibentuk iman keluarganya dan di ranjang kematiannya mengampuni orang yang membunuhnya.

Paus Yohanes Paulus II pernah menyatakan harapannya agar para remaja dan kaum muda semakin mengenal Maria Goretti. Hidup gadis ini sangat singkat. Namun Gereja terus mengenangnya, terutama karena satu pilihan yang ia buat di akhir hidupnya: mengampuni.
Maria lahir di Corinaldo, wilayah Marche, Italia, pada 16 Oktober 1890. Tak lama kemudian keluarganya terpaksa merantau, hingga akhirnya tiba di Le Ferriere di Conca, di daerah Rawa Pontine. Mereka hidup miskin, sampai Maria tidak dapat bersekolah. Meski begitu, rumahnya rukun dan dihidupi iman Kristiani. Pendidikan iman dari keluarganya membentuk kepribadian yang kuat dan matang, padahal usianya belum dua belas tahun.
Masa sulit datang ketika ayah Maria meninggal karena malaria. Menurut penuturan Yohanes Paulus II, pada hari-hari berat itu Maria biasa menguatkan ibunya dan mengingatkan bahwa Allah akan menolong mereka. Kepercayaan pada kasih Allah yang memelihara, yang ia pelajari di rumah, kini tampak dalam sikapnya sendiri.

Lalu terjadi kekerasan yang mengakhiri hidupnya. Maria diserang dan ditikam di desa Le Ferriere. Sehari kemudian, pada 6 Juli 1902, ia wafat di rumah sakit di Nettuno. Yohanes Paulus II menyebut serangan itu sebagai kekerasan buta dari penyerangnya. Dalam homili kanonisasi, Paus Pius XII menyebut Maria martir kemurnian, karena ia tidak mau melanggar perintah Allah meskipun diancam dengan kematian. Martir adalah orang yang memberi kesaksian iman sampai wafat.
Namun yang paling diingat Gereja adalah apa yang Maria lakukan sesudahnya. Di ranjang kematiannya, ia mengampuni orang yang membunuhnya. Ia bahkan berharap suatu hari dapat bertemu dengannya di surga. Yohanes Paulus II menilai pengampunan dan harapan ini layak mendapat perhatian khusus. Sumber tidak mencatat kata-kata Maria. Juga tidak diketahui apakah ibunya yang mengajarinya mengampuni, atau justru pengampunan Maria yang menentukan sikap ibunya kemudian.

Yang pasti, menurut Paus, semangat pengampunan menjiwai seluruh keluarga Goretti. Saat orang itu diadili, ibu Maria mengampuninya atas nama keluarga di ruang pengadilan. Pembunuh Maria sendiri mengakui dosanya. Ia memohon ampun kepada Allah dan kepada keluarga Maria, menebus kejahatannya dengan sungguh-sungguh, dan menjalani sisa hidupnya dalam sikap tobat itu. Sumber tidak menjelaskan kapan atau bagaimana pertobatannya terjadi.
Pada 1950, Paus Pius XII mengkanonisasi Maria Goretti, artinya menyatakannya secara resmi sebagai santa. Ia menampilkan Maria kepada semua orang sebagai teladan kesetiaan yang berani pada panggilan Kristiani, bahkan sampai menyerahkan nyawa. Yohanes Paulus II kemudian secara khusus mengajukannya sebagai teladan bagi kaum muda.
- Lahir
- 16 Oktober 1890, di Corinaldo, wilayah Marche, Italia
- Tempat tinggal keluarga
- Le Ferriere di Conca, di daerah Rawa Pontine
- Wafat
- 6 Juli 1902, di rumah sakit di Nettuno, sehari setelah diserang
- Kanonisasi
- 1950, oleh Paus Pius XII
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Angelus 7 Juli 2002, paragraf 1; Angelus 7 Juli 2002, paragraf 2
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Pesan kepada Uskup Albano, paragraf 5; Pesan kepada Uskup Albano, paragraf 2; Pesan kepada Uskup Albano, paragraf 1; Pesan kepada Uskup Albano, paragraf 3; Pesan kepada Uskup Albano, paragraf 4
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


