Santo & Santavatican.vaDiperingati 4 Oktober3 menit baca

Santo Fransiskus dari Assisi: Dari Rasa Pahit Menuju Sukacita

Kisah Santo Fransiskus dari Assisi, pemuda kaya yang perlahan bertobat, dituntun Tuhan kepada orang yang menderita kusta, lalu memilih hidup miskin dalam persekutuan Gereja demi mengikuti Kristus.

Ilustrasi interpretatif Fransiskus dewasa berjubah sederhana berjalan di jalan batu dekat gereja kecil, dengan perbukitan hijau di belakangnya.
Ilustrasi Santo Fransiskus dari Assisi

Fransiskus tumbuh di Assisi sebagai anak keluarga kaya. Ayahnya seorang pedagang kain. Masa remaja dan masa mudanya ringan tanpa beban, dan ia memupuk cita-cita kesatria yang dikagumi pada zamannya. Pada usia 20 tahun, ia ikut dalam sebuah kampanye militer.

Namun ia justru ditawan, jatuh sakit, lalu dibebaskan. Setelah pulang ke Assisi, hidupnya tidak berubah dalam sekejap. Pertobatannya berlangsung perlahan. Sedikit demi sedikit, ia meninggalkan gaya hidup duniawi yang selama ini ia jalani.

Perubahan paling dalam terjadi dalam perjumpaannya dengan orang-orang yang menderita kusta. Pada bulan-bulan terakhir hidupnya, Fransiskus menyusun Wasiat. Seperti dijelaskan Paus Benediktus XVI, di sana ia mengenang bahwa dulu melihat mereka terasa pahit baginya, dan ia memandang sekitar 25 tahun pertama hidupnya sebagai masa dalam dosa. Namun ia bersaksi bahwa Tuhan sendiri menuntunnya ke tengah mereka. Yang semula pahit berubah menjadi manis bagi jiwa dan badannya.

Sebuah kisah terkenal dari masa itu, yang diwariskan tradisi tentang hidupnya, menceritakan Fransiskus turun dari kudanya dan memberi cium damai kepada seorang penderita kusta. Benediktus XVI menegaskan bahwa melayani mereka bukan sekadar kebaikan sosial. Itu pengalaman iman yang sungguh-sungguh, digerakkan oleh prakarsa kasih karunia dan kasih Allah. Orang-orang yang dulu ia hindari kini ia kenali sebagai saudara untuk dikasihi.

Ilustrasi: Fransiskus berjubah cokelat memeluk dan mencium pipi seorang pria berkerudung di jalan pedesaan; seekor kuda berdiri di samping mereka, dengan cahaya fajar di cakrawala.
Fransiskus turun dari kudanya dan memberi cium damai kepada seorang penderita kusta. · Ilustrasi

Pada masa pertobatan itu pula, menurut tradisi yang dikisahkan sumber-sumber Gereja, Fransiskus berdoa di depan salib di gereja kecil San Damiano dan mengalami panggilan Kristus untuk memperbaiki Gereja-Nya. Ia menanggapinya dengan bekerja memperbaiki bangunan gereja kecil itu dengan tangannya sendiri. Kelak panggilan ini dipahami sebagai ajakan yang lebih dalam: membarui Gereja Kristus sendiri.

Kemurahan hatinya kepada orang miskin membuat ayahnya, Bernardone, menegurnya. Di hadapan Uskup Assisi, Fransiskus menanggalkan pakaiannya sebagai tanda bahwa ia melepaskan warisan ayahnya. Menurut Vita Prima yang dirujuk Paus Fransiskus, Uskup Guido memahami tindakan itu, segera memeluknya, menyelimutinya dengan mantolnya, dan sejak itu menjadi penolong serta pelindungnya.

Paus Fransiskus memaknai peristiwa itu sebagai pilihan untuk menjadi miskin. Menurutnya, itu bukan pilihan ideologis, melainkan pilihan untuk serupa dengan Yesus dan mengikuti-Nya sampai akhir.

Setelah sempat hidup sebagai pertapa, pada 1208 Fransiskus mendengar bagian Injil Matius tentang Yesus yang mengutus para rasul. Ia merasa dipanggil untuk hidup miskin dan berkhotbah. Beberapa rekan bergabung dengannya. Pada 1209 ia pergi ke Roma untuk mengajukan rencana bentuk hidup Kristiani yang baru kepada Paus Innosensius III. Ia selalu bertindak dalam persekutuan penuh dengan pimpinan Gereja.

Ilustrasi: Fransiskus berdiri dengan tangan terkatup di kapel batu sederhana, mendengarkan imam di dekat altar kayu; cahaya dari jendela menerangi wajahnya.
Pada 1208 Fransiskus mendengar Injil tentang Yesus yang mengutus para rasul. · Ilustrasi

Dari kasihnya kepada Kristus lahir kasih kepada sesama dan kepada semua ciptaan Allah; rasa persaudaraan itu mengilhami Kidung Segala Makhluk yang terkenal. Benediktus XVI melukiskannya sebagai orang kudus yang penuh sukacita: kesederhanaan, kerendahan hati, iman, kasih kepada Kristus dan kebaikannya kepada setiap orang memberinya kegembiraan dalam segala keadaan.

Fransiskus wafat pada malam 3 Oktober 1226 di Portiuncula. Setelah memberkati anak-anak rohaninya, ia meninggal sambil berbaring di lantai tanah. Dua tahun kemudian, Paus Gregorius IX memasukkannya ke dalam daftar para santo.

Ilustrasi: Fransiskus berbaring tenang di lantai tanah, mengangkat tangan memberi berkat kepada para saudara yang berlutut; satu lilin menerangi ruangan batu.
Setelah memberkati anak-anak rohaninya, Fransiskus wafat berbaring di lantai tanah. · Ilustrasi
Kelahiran
Assisi, akhir 1181 atau awal 1182, dalam keluarga pedagang kain yang kaya
Salib San Damiano
Menurut tradisi, kemungkinan terjadi tahun 1205
Menghadap Paus
Tahun 1209, kepada Paus Innosensius III di Roma
Wafat
Malam 3 Oktober 1226, di Portiuncula
Status Gereja
Santo; dimasukkan ke dalam daftar para santo oleh Paus Gregorius IX dua tahun setelah wafatnya

Bawa kisah ini dalam doamu.

Konteks & sumber

Dokumen resmi Vatican 1

Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf tentang wafat Fransiskus; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf pembuka biografi; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf tentang masa pertobatan; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf tentang Salib San Damiano; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf 'Let us return to the life of St Francis'; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf tentang tahun 1208–1209; Audiensi Umum 27 Januari 2010, paragraf tentang karisma dan Gereja; Audiensi Umum 27 Januari 201

Official Vatican URL supplied in approved brief. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Dokumen resmi Vatican 2

Homili Benediktus XVI, Assisi, 17 Juni 2007, bagian tentang Fransiskus dan Daud

Official Vatican URL supplied in approved brief. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Dokumen resmi Vatican 3

Homili Paus Fransiskus, Assisi, 4 Oktober 2013, poin 1; Homili Paus Fransiskus, Assisi, 4 Oktober 2013, poin 3

Official Vatican URL supplied in approved brief. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Dokumen resmi Vatican 4

Sambutan tertulis Paus Fransiskus, Ruang Pelepasan, Assisi, 4 Oktober 2013

Official Vatican URL supplied in approved brief. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.

Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin