Santo Yudas Tadeus: Rasul yang Sering Tertukar dengan Yudas Iskariot
Kenali Santo Yudas Tadeus, rasul Yesus yang jarang tercatat dan sering tertukar dengan Yudas Iskariot, lewat satu pertanyaannya kepada Yesus pada Perjamuan Terakhir.

Begitu mendengar nama Yudas, banyak orang langsung teringat pada Yudas Iskariot. Padahal ada rasul lain yang memakai nama yang sama. Paus Benediktus XVI menegaskan bahwa Yudas Tadeus adalah salah satu dari Dua Belas Rasul dan tidak boleh disamakan dengan Yudas Iskariot.
Sebutan Yudas Tadeus sebenarnya berasal dari tradisi. Injil Matius dan Markus hanya menyebutnya Tadeus, sedangkan Lukas menyebutnya Yudas anak Yakobus. Tradisi Gereja menggabungkan kedua nama itu dan memahaminya sebagai satu orang. Dari mana julukan Tadeus berasal pun tidak diketahui dengan pasti.
Dalam setiap daftar Dua Belas Rasul, namanya selalu ditempatkan di samping Simon. Di luar itu, sangat sedikit yang diketahui tentang dirinya, kecuali satu surat dalam Perjanjian Baru yang dikaitkan dengannya.

Meski begitu, ada satu pertanyaannya yang tersimpan. Pada Perjamuan Terakhir, menurut Injil Yohanes, seorang murid bernama Yudas, yang dipahami tradisi sebagai Yudas Tadeus, bertanya kepada Yesus. Ia ingin tahu mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada para murid, tetapi tidak kepada dunia. Hanya Yohanes yang mencatat pertanyaan ini.
Yesus menjawab bahwa siapa pun yang mengasihi-Nya akan menuruti firman-Nya. Bapa akan mengasihi orang itu, lalu Bapa dan Putra akan datang dan tinggal bersamanya. Benediktus XVI menjelaskan bahwa Yesus yang bangkit perlu dikenali juga dengan hati, supaya Allah dapat tinggal di dalam diri manusia.
Surat yang dikaitkan dengan Yudas Tadeus itu tergolong surat katolik, yaitu surat umum yang tidak ditujukan kepada satu jemaat setempat, tetapi kepada lingkup yang lebih luas.

Menurut Benediktus XVI, surat itu terutama memperingatkan umat terhadap orang yang menjadikan rahmat Allah alasan untuk hidup semaunya. Orang-orang itu menyesatkan saudara seiman dan menimbulkan perpecahan di dalam Gereja. Sebagai jawabannya, surat itu mendorong umat untuk bertumbuh dalam iman, berdoa dalam Roh Kudus, tetap tinggal dalam kasih Allah, serta berharap pada belas kasih Kristus. Paus juga melihat penulisnya sebagai orang yang menghayati iman sepenuhnya: hidup lurus, penuh sukacita, percaya, dan memuji Allah.
Tentang akhir hidupnya, yang tersedia hanyalah tradisi. Menurut tradisi yang disebut dalam salam Paus Benediktus XVI pada tahun 2010, Simon dan Yudas Tadeus melayani sebagai rasul di berbagai negeri dan wafat sebagai martir di Persia. Tidak ada rincian tentang tempat, waktu, atau caranya.

Salam itu juga menyebutnya sebagai pengantara dalam perkara sulit yang dianggap tanpa harapan. Gereja menghormatinya sebagai santo dan rasul, dan merayakan pestanya bersama Santo Simon.
- Status Gereja
- Santo dan Rasul, pestanya dirayakan bersama Santo Simon
- Identitas
- Salah satu dari Dua Belas Rasul, berbeda dari Yudas Iskariot
- Nama dalam Injil
- Tadeus (Matius, Markus) dan Yudas anak Yakobus (Lukas); tradisi menggabungkan keduanya
- Catatan Injil
- Injil Yohanes mencatat pertanyaannya kepada Yesus pada Perjamuan Terakhir
- Surat
- Satu surat umum dalam Perjanjian Baru dikaitkan dengannya
- Menurut tradisi
- Melayani di berbagai negeri dan wafat sebagai martir di Persia; dikenal sebagai pengantara perkara yang dianggap tanpa harapan
Bawa kisah ini dalam doamu.
Konteks & sumber
Audiensi Umum 11 Oktober 2006, paragraf pembuka; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, bagian tentang Yudas Tadeus; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, bagian tentang Yudas Tadeus (Yoh 14:22-23); Audiensi Umum 11 Oktober 2006, jawaban Yesus dan tafsiran Paus; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, bagian tentang Surat Yudas; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, bagian tentang isi Surat Yudas; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, kutipan Yud 20-22; Audiensi Umum 11 Oktober 2006, penutup bagian Surat Yudas
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Audiensi Umum 27 Oktober 2010, salam kepada kaum muda, orang sakit dan pengantin baru
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Udienza Generale 27 ottobre 2010, saluto ai giovani, ai malati ed agli sposi novelli; Udienza Generale 27 ottobre 2010, traduzione italiana del saluto in lingua polacca
Official holy-see source from vatican.va, supplied in the approved brief. Situs resmi Takhta Suci; parafrase dan tautan, kutipan sesuai batas. Research snapshot; rights and final paraphrase require human review.
Boleh disalin dan dibagikan. Cantumkan lightofsaints.com. Hak salin


